Kompas.com - 09/05/2014, 21:02 WIB
Ilustrasi mudik lebaran KOMPAS / TOTOK WIJAYANTOIlustrasi mudik lebaran
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan menyadari adanya kontradiksi antara kebijakan angkutan laut dan kebijakan angkutan darat. Hal itu bisa dilihat dari kebijakan saat mudik lebaran tiba.

Menurut Harry Boediarto, Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, saat mudik lebaran tiba, banyak perusahaan yang disponsori pemerintah malah mendukung penggunaan kendaraan roda dua untuk mudik lewat jalur darat. Padahal menurutnya, pemerintah sudah menggelontorkan subsidi untuk mengangkut motor lewat jalur laut.

"Pemerintah melakukan program subsidi angkutan motor lewat jalur laut. Tetapi, ada kontradiksi juga di darat, adanya kebijakan memperbolehkan perusahaan menyediakan rest area, pijet-pijet untuk pengendara motor saat mudik, kan ini kontradiksi (di laut disubsidi tetapi didarat ada fasilitas) antara angktan laut dan darat," ujarnya Jumat (9/5/2014).

Harry menjelaskan bahwa pemerintah akan menggelontorkan dana subsidi Rp24 miliar untuk mengangkut kendaraan roda dua lewat jalur laut. Kemenhub akan menyediakan dua trayek untuk mengangkut kendaraan roda dua pada musim mudik tahun 2014 mendatang, dua trayek tersebut meliputi Jakarta-Semarang dan Jakarta-Lampung.

Untuk mengangkut kendaraan roda dua di trayek yang sudah direncanakan, rencananya Kemenhub akan mengoprasikan 3 kapal. Menurut Harry, angkutan laut untuk mengangkut kendaraan roda dua tersebut merupakan alternatif dari moda transportasi darat seperti kereta api.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X