"Bailout" Century, Sri Mulyani Ternyata Telah Kabari JK?

Kompas.com - 14/05/2014, 19:15 WIB
Boediono, Sri Mulyani, dan Jusuf Kalla (kiri-kanan). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA, KOMPAS.com/DIAN MAHARANI, TRIBUNNEWS/HERUDINBoediono, Sri Mulyani, dan Jusuf Kalla (kiri-kanan).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam berbagai kesempatan, Wakil Presiden RI periode 2004-2008 Jusuf Kalla (JK) mengaku tidak menerima pemberitahuan mengenai keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyangkut keputusan bailout Bank Century.

Seperti yang diungkapkan setelah menjadi saksi di pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu, JK mengatakan baru mengetahui ada penyelamatan Century empat hari setelah Bank Century diselamatkan.

Namun, mengutip katadata.co.id, Rabu (14/5/2014) pengakuan JK tersebut tidak sepenuhnya benar. Hal ini lantaran Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani mengirimkan pesan pendek kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan ditembuskan kepada Wakil Presiden dan Gubernur Bank Indonesia.

Pesan tersebut dikirimkan pada 21 November 2008 atau setelah rapat KSSK yang digelar sejak 20 November 2008 sore.

Berikut adalah pesan singkat yang dikirimkan Sri Mulyani kepada Presiden dan ditembuskan ke Wakil presiden 21 November 2008, pukul 06.31 WIB, sebagaimana dikutip dari Katadata.co.id :

Bpk. Presiden yth, ijin melapor sbb: kamis malam (20/11) hingga jumat pagi ini (21/11), kami atas permintaan Gub BI dan jajaran deputi gubernur mengadakan rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk membahas Bank Century. Gub BI menyatakan secara tertulis dan dengan presentasi bahwa Bank Century telah mengalami masalah solvency dan masuk dalam kategori Bank Gagal. Gub BI menyatakan bahwa saat ini situasi perbankan nasional dalam tekanan krisis keuangan global - sehingga masalah Bank Century sbg Bank Gagal dapat berdampak sistemik. Oleh karena itu Bank Century sesuai Perpu Jaring Pengaman Sektor Keuangan - diambil-alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan - untuk ditangani/diselamatkan dengan Penyertaan Modal Sementara dan setelah disehatkan akan dijual kepada Publik. Dg demikian mulai jumat ini management Bank Century diambil-alih LPS dengan bantuan tenaga profesional dari Bank Mandiri. LPS dan Bank Indonesia akan memonitor dan menangani masalah para deposan dll dalam masa transisi ini - agar tetap menjaga kepercayaan secara keseluruhan thd sistem perbankan. BI akan memonitor situasi dan resiko kesulitan likuiditas yang berpotensi menjadi insolvent mirip dengan Bank Century. Suasana yg kepercayaan msh rapuh dan perlu penangan yang hati2 dan komprehensif serta antisipatif thd perkembangan sektor perbankan secara menyeluruh. Kami bersama BI akan bekerja sama menjaga situasi tsb. Demikian laporan perkembangan. Salam hormat, SMI. Cc Bpk. Wapres, Gub BI.

Sebelumnya dalam kesaksiannya, Jusuf Kalla mengaku tidak pernah menerima pesan singkat atau short message service (SMS) dari Menteri Keuangan saat itu Sri Mulyani soal penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Pernyataan JK pun berbeda dari Sri Mulyani yang merasa telah melaporkan melalui pesan singkat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diteruskan ke JK.

"Saya sama sekali tidak pernah menerima itu (SMS). Katanya cc (carbon copy) kepada saya. Saya tidak menerima cc itu," kata JK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/5/2014).

JK bahkan sempat mendesak Sri Mulyani untuk menunjukkan SMS tersebut. Namun, Sri Mulyani tak bisa menunjukkannya. "Saya cuma tanya, 'Mana SMS kamu kirim kepada saya?' Bu Sri Mulyani tak bisa menjawabnya," kata JK.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X