Demi Rp 1,8 Triliun, Tarif Listrik Rumah Tangga akan Dinaikkan

Kompas.com - 05/06/2014, 20:49 WIB
Petugas PLN Area Kramat Jati memeriksa meteran listrik pelanggan di Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
KOMPAS/AGUS SUSANTOPetugas PLN Area Kramat Jati memeriksa meteran listrik pelanggan di Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah melakukan penghematan anggaran salah satunya dengan menaikkan tarif listrik untuk rumah tangga. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik memberikan sinyal akan menaikkan tarif listrik untuk golongan rumah tangga bertegangan 1.300 watt dan 3.500 watt.

"Yang 1.300 dan 3.500 mulai kita hitung akan kita sesuaikan tentu sesuai persetujuan DPR," kata dia ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Ditanya mengenai berapakah penghematan dari kenaikkan tarif listrik, Jero mengatakan mencapai triliunan rupiah. Dia memperhitungkan penghematan anggaran jika golongan 1.300 watt dinaikkan, adalah sebesar Rp 1,8 triliun.

"Yang 3.500 watt saya tidak hapal. Tapi yang golongan i3 non-Tbk, jika dinaikkan akan menghemat Rp 4,8 triliun per tahun," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan tarif listrik untuk golongan industri besar i3 dan i4. Jero menambahkan, kenaikan tarif listrik ini juga harus diimbangi dengan efisiensi PT PLN (Persero) dalam menyediakan energi listrik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X