Neraca Perdagangan Mei Surplus 69,9 Juta Dollar AS

Kompas.com - 01/07/2014, 11:51 WIB
Ilustrasi dollar AS SHUTTERSTOCKIlustrasi dollar AS
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir neraca perdagangan RI pada Mei 2014 mengalami surplus sebesar 69,9 juta dollar AS.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, impor pada bulan Mei mencapai 14,76 miliar dollar AS, sedangkan ekspor RI mencapai 14,83 miliar dollar AS.

“Terjadi pula surplus volume Mei 2014 sebesar 35,15 juta ton. Ini menunjukkan permintaan (produk RI) masih cukup tinggi,” katanya dalam rilis BPS, di kantornya, Selasa (1/7/2014).

Adapun volume impor pada Mei 2014 mencapai 12,17 juta ton, sedangkan ekspor pada Mei 2014 mencapai 47,42 juta ton.

Suryamin menyebutkan, neraca perdagangan migas pada Mei mengalami defisit sebesar 1,331 miliar dollar AS, sedangkan neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus sebesar 1,4009 miliar dollar AS.

Meski mengalami surplus neraca perdagangan pada Mei 2014, namun secara kumulatif Januari-Mei 2014 neraca perdagangan RI masih mengalami defisit sebesar 824 juta dollar AS.

“Secara kumulatif neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar 5,5026 miliar, sedangkan neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus 4,6784 miliar dollar AS,” terangnya.

Suryamin mengatakan, defisit kumulatif neraca perdagangan disebabkan kebutuhan minyak mentah dan hasil minyak cukup tinggi akibat perkembangan ekonomi, sementara lifting (produksi) belum memenuhi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Seret IHSG Anjlok 2 Persen

Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Seret IHSG Anjlok 2 Persen

Whats New
Naik Rp 1.000, Simak Rincian Terbaru Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg

Naik Rp 1.000, Simak Rincian Terbaru Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
ORI019 Sudah Bisa Dibeli, Ini 26 Mitra Distribusinya

ORI019 Sudah Bisa Dibeli, Ini 26 Mitra Distribusinya

Earn Smart
ORI019 Resmi Ditawarkan Hari Ini, Minat?

ORI019 Resmi Ditawarkan Hari Ini, Minat?

Earn Smart
IHSG Pagi Merosot 145 Poin, Bagaimana dengan Rupiah?

IHSG Pagi Merosot 145 Poin, Bagaimana dengan Rupiah?

Whats New
Proyek Tol yang Digugat Tommy Soeharto Ternyata Milik Perusahaan Tutut

Proyek Tol yang Digugat Tommy Soeharto Ternyata Milik Perusahaan Tutut

Whats New
Remajakan Lahan Sawit 180.000 Hektar, Pemerintah Siapkan Rp 5,5 Triliun

Remajakan Lahan Sawit 180.000 Hektar, Pemerintah Siapkan Rp 5,5 Triliun

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Ini Proyek Tol yang Menggusur Bangunan Milik Tommy Soeharto

Ini Proyek Tol yang Menggusur Bangunan Milik Tommy Soeharto

Whats New
Bagaimana Prediksi IHSG Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bagaimana Prediksi IHSG Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Lampaui AS, China Jadi Negara yang Datangkan Investasi Asing Langsung Terbesar Selama Pandemi Covid-19

Lampaui AS, China Jadi Negara yang Datangkan Investasi Asing Langsung Terbesar Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Produsen Baterai ABC Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Produsen Baterai ABC Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Akan Dilakukan di Stasiun dan Terminal

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Akan Dilakukan di Stasiun dan Terminal

Whats New
Mengapa Indonesia Terlalu Bergantung Impor Sapi dari Australia?

Mengapa Indonesia Terlalu Bergantung Impor Sapi dari Australia?

Whats New
[POPULER MONEY] 7 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Indonesia | Tommy Soeharto Gugat Pemerintah

[POPULER MONEY] 7 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Indonesia | Tommy Soeharto Gugat Pemerintah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X