Gedung BRI II Sudah Diambil Alih, Pendapatan BRI Bertambah

Kompas.com - 11/07/2014, 09:40 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi mengambil-alih Gedung BRI II di Jalan Sudirman Kav 44-46, Jakarta. Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengungkapkan, akhirnya eksekusi ini bisa dilakukan setelah lima sampai dengan enam tahun, BRI bersengketa dengan PT Mulia Persada Pasific (MPPC), perusahaan properti di bawah naungan Grup Mulia milik Joko S. Tjandra.

Sofyan mengungkapkan, eksekusi telah dilakukan oleh juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Pusat didampingi Jaksa Pengacara Negara beserta puluhan anggota TNI, pada Selasa (8/7/2014) lalu atas putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 247/PK/PDT/2013 tanggal 24 juli 2013 atas gugatan pengelola gedung BRI II antara PT BRI dan Dana Pensiunan BRI melawan PT MPPC.

Nilai aset dari Gedung BRI II ini mencapai Rp 3 triliun. "Kemarin sudah ambil alih gedung secara fisik dan hukum dengan nilai aset Rp 3 triliun dengan kemungkinan pendapatan selama 10 tahun ke depan mencapai Rp 3 triliun juga," kata Sofyan di Jakarta, Kamis (10/7/2014).

Lebih lanjut Sofyan menjelaskan bahwa eksekusi dilakukan lantaran PT MPPC melakukan cidera janji dengan tidak membangun Gedung BRI III. Atas tindakan eksekusi yang dilakukan itu, pengamanan masih terus dilakukan di sekitar lokasi Gedung BRI II.

"Pengamanan masih dilakukan sesuai dengan ketentuan, tidak ada batas waktu hanya sampai dengan situasi lebih kondusif. Setelah itu baru kami lepas pengamanannya. Tapi secara fisik maupun yuridis formal, kami telah menguasai aset itu," ujar Sofyan.

Sementara itu, bagi pihak yang masih menyewa ruang kantor di Gedung BRI II tersebut, menurut Sofyan tidak ada masalah dan dapat terus dilanjutkan. Menurut Sofyan, pihaknya menghormati pihak penyewa yang telah melakukan kontrak dengan pihak pengelola gedung yaitu PT MPPC.

Dengan pengambilalihan Gedung BRI II ini, menurut Sofyan, dapat menjadi tambahan pendapatan atau fee based income bagi perseroan. Selain itu, dengan pengambilalihan Gedung BRI II ini, maka operasional BRI secara keseluruhan yang selama ini terpisah, akan kembali di bawah naungan satu gedung.

"Ini akan menjadikan kami lebih efisien, karena kami menyewa ruang kantor di gedung lain yang per tahun biayanya mungkin mencapai ratusan miliar. Ini menjadi satu hal yang sangat positif untuk mengurangi biaya dan tambahan fee based income," jelas Sofyan.

Putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 247/PK/PDT/2013 tanggal 24 Juli 2013, memerintahkan PT Mulia Persada Pacific (MPPC) untuk menyerahkan Gedung BRI II, gedung parkir dengan seluruh fasilitas yang ada beserta hak pengelolaannya kepada PT BRI melalui Dana Pensiunan BRI.

Putusan pengadilan juga menghukum MPPC membayar ganti rugi sewa gedung BRI III Rp 347 miliar. Gedung BRI II ini semestinya sudah diselesaikan pembangunannya oleh MPPC, dan diserahkan ke Dana Pensiun BRI sejak 1998.

Sengketa ini muncul saat ditandatangani perjanjian build operate and transfer (BOT) antara 11 April 1990. Perjanjian itu berisi pemberian hak penuh dan izin kepada Dana Pensiun BRI untuk membangun Gedung BRI II dan mengelola selama 30 tahun. Imbalannya, BRI mendapat bayaran 400.000 dollar AS per tahun.

Pada 24 Mei 1992, Dana Pensiun BRI meneken perjanjian dengan MPPC yang diwakili langsung Joko Tjandra. Intinya mengalihkan semua hak membangun dan mengelola Gedung BRI II ke MPPC. Seiring waktu, MPPC wanprestasi atas perjanjian tersebut. Akhirnya, sengketa ini masuk pengadilan pada 2010. (Dea Chadiza Syafina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Tabel Iuran BPJS Ketenagakerjaan BPU atau Perorangan 2022

Cek Tabel Iuran BPJS Ketenagakerjaan BPU atau Perorangan 2022

Whats New
Sri Mulyani: 523 Pemda Sudah Anggarkan Rp 3,4 Triliun buat Bansos

Sri Mulyani: 523 Pemda Sudah Anggarkan Rp 3,4 Triliun buat Bansos

Whats New
Sebut Ekonomi 2023 Akan Gelap, Jokowi: Saya Menyimpulkan Perang Rusia-Ukraina Akan Lama

Sebut Ekonomi 2023 Akan Gelap, Jokowi: Saya Menyimpulkan Perang Rusia-Ukraina Akan Lama

Whats New
Belanja Kompensasi dan Subsidi Capai Rp 244,6 Triliun, Mayoritas untuk Bayar BBM dan Energi

Belanja Kompensasi dan Subsidi Capai Rp 244,6 Triliun, Mayoritas untuk Bayar BBM dan Energi

Whats New
Tak Sengaja Beli Saham Perusahaannya, Direktur SLIS Jual Lebih Murah 1,5 Juta Sahamnya

Tak Sengaja Beli Saham Perusahaannya, Direktur SLIS Jual Lebih Murah 1,5 Juta Sahamnya

Whats New
Dukung Ekonomi Kreatif, ICCN Gelar Rakornas

Dukung Ekonomi Kreatif, ICCN Gelar Rakornas

Whats New
Tingkatkan Nilai Produk Kakao Ri, Kemendag Jajaki Kemitraan dengan Produk Indikasi Geografis Italia

Tingkatkan Nilai Produk Kakao Ri, Kemendag Jajaki Kemitraan dengan Produk Indikasi Geografis Italia

Rilis
Merosot 2 Persen, Harga Minyak Dunia di Bawah 85 Dollar AS

Merosot 2 Persen, Harga Minyak Dunia di Bawah 85 Dollar AS

Whats New
Dibayangi Pelemahan Rupiah, IHSG Hari Ini Masih Lesu?

Dibayangi Pelemahan Rupiah, IHSG Hari Ini Masih Lesu?

Whats New
Tanggapi Gaji Para Guru Bandar Lampung Tersendat, Komisi X DPR Minta Mendikbud Nadiem Gerak Cepat

Tanggapi Gaji Para Guru Bandar Lampung Tersendat, Komisi X DPR Minta Mendikbud Nadiem Gerak Cepat

Whats New
[POPULER MONEY] BSU 2022 Tahap 3 Mulai Cair | Jokowi Sebut Tahun 2023 Akan Lebih Gelap

[POPULER MONEY] BSU 2022 Tahap 3 Mulai Cair | Jokowi Sebut Tahun 2023 Akan Lebih Gelap

Whats New
Cara Buat Kartu ASN Virtual secara Online, Klik mysapk.bkn.go.id

Cara Buat Kartu ASN Virtual secara Online, Klik mysapk.bkn.go.id

Work Smart
Utang Turun, Garuda Indonesia Raup Laba Bersih Rp 57 Trilun pada Semester I 2022

Utang Turun, Garuda Indonesia Raup Laba Bersih Rp 57 Trilun pada Semester I 2022

Whats New
Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik agar Dipanggil HRD

Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik agar Dipanggil HRD

Work Smart
5 Cara Cek Tarif Tol di Indonesia dengan Mudah dan Praktis

5 Cara Cek Tarif Tol di Indonesia dengan Mudah dan Praktis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.