Identitas Investor Bursa Sulit Diperoleh, Kemendagri Akui Kelemahan

Kompas.com - 25/08/2014, 13:39 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengakui kelemahannya dalam menyediakan data kependudukan tunggal untuk investor pasar modal. Sehingga, pihak PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Bursa Efek Indonesia sulit memperoleh data akurat investor.

"KSEI dan BEI sering mengalami kesulitan identifikasi kebenaran identitas. Kesulitan bukan hanya dialami KSEI, tapi oleh semua lembaga di Tanah Air sebelum ini," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (25/8/2014).

Menurut Irman, seluruh lembaga pelayanan publik maupun lembaga keuangan yang memerlukan kepastian data identitas nasabah selama ini mengalami kesulitan. Pihaknya, lanjut dia, tidak bisa memastikan data identitas tersebut valid dan tunggal.

"Kami dari Kemendagri selama ini tidak bisa memastikan semua pihak data yang kami sediakan sudah valid dan sudah dipastikan ketunggalannya. Betul-betul kesulitan pelayanan di negara kita ini akibat kelemahan kami," ujar Irman.

Dengan kerjasama penyediaan data kependudukan untuk melengkapi data investor antara Kemendagri dan KSEI, maka KSEI dapat menggunakan data kependudukan dan KTP elektronik milik Ditjen Dukcapil.

Data milik Ditjen Dukcapil digunakan sebagai acuan administrasi basis data investor pasar modal yang lebih baik. Basis data investor digunakan dalam pengembangan Single Investor Identification (SID).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X