Antrean Panjang di Semua SPBU, Pertamina "Normalisasi" Pasokan Premium dan Solar di Jatim dan Bali

Kompas.com - 28/08/2014, 07:01 WIB
Ilustrasi: Papan pengumuman bertuliskan stok solar bersubsidi habis dipasang di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, Senin (25/8). KOMPAS / IWAN SETIYAWANIlustrasi: Papan pengumuman bertuliskan stok solar bersubsidi habis dipasang di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, Senin (25/8).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JEMBER, KOMPAS.com - Antrean panjang di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa Timur dan Bali, membuat PT Pertamina memutuskan menambah pasokan bahan bakar minyak bersubsidi, mulai Rabu (27/8/2014).

“Terhitung mulai hari ini (Rabu), penyaluran BBM bersubsidi ke SPBU dilakukan normalisasi untuk memulihkan situasi. Adapun kebijakan seperti apa yang akan dikeluarkan Pemerintah, kami masih menunggu,” ujar Assistant Manager External Relation Marketing Opertaion Region V Heppy Wulansari, dalam siaran pers-nya, Rabu.

Heppy mengatakan, di wilayah kerjanya telah dilakukan penambahan pengantaran pesanan (DO) dan jam operasi terminal BBM, mulai Rabu. Menurut dia, dengan kebijakan tersebut maka pasokan BBM bersubsidi jenis Premium dan Solar di Jawa Timur dikembalikan ke volume awal sebelum pembatasan.

“Kalau di Jawa Timur untuk Premium sekitar 11.300 Kiloliter per hari dan Solar 5.800 Kiloliter per hari. Sedangkan di Bali, untuk Premium sekitar 2.300 Kiloliter per hari dan Solar 625 Kiloliter per hari," sebut Heppy soal volume pasokan bahan bakar minyak bersubsidi harian di Jawa Timur yang menjadi wilayah tugasnya.

Dengan tambahan pasokan ini, kata Heppy, diharapkan kondisi antrean di SPBU di Jawa Timur akan kembali normal dalam satu atau dua hari ini. "Kami minta masyarakat tidak panik agar proses normalisasi bisa berjalan efektif," ujar dia.

Mengenai ancaman terlewatinya kuota BBM Subsidi sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN- P) 2014, Heppy mengatakan Pemerintah sudah menyatakan bakal membuat kebijakan yang tak akan merugikan Pertamina. Kuota itu merupakan dasar bagi pengaturan penyaluran BBM bersubsidi oleh Pertamina.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.