Renegosiasi 64 Perusahaan Tambang Belum Usai

Kompas.com - 01/09/2014, 11:00 WIB
Ilustrasi: Kegiatan pertambangan shutterstockIlustrasi: Kegiatan pertambangan
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali melaporkan perkembangan renegosiasi Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), dalam rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin (1/9/2014).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, R Sukhyar ditemui sebelum rapat menuturkan, mereka akan melaporkan bahwa sudah ada 43 perusahaan tambang yang sudah menyelesaikan proses renegosiasi.

“Dari 43 itu yang banyak selesai adalah PKP2B. Masih ada 64 lagi yang belum selesai. Kenapa? Karena kita baru menerima jawaban dari Menteri Keuangan terkait ketentuan fiskal, baru minggu lalu. Sekarang baru kita godok. Kita perhatikan (ketentuan fiskal) dalam renegosiasi,” kata Sukhyar.

Adapun peraturan fiskal yang dimaksud, seperti contohnya Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Pajak Daerah.

Sukhyar mengatakan, dengan perubahan ketentuan fiskal maka harus ada penyesuaian dalam renegosiasi baik KK maupun PKP2B. Sukhyar mengatakan, terdapat perbedaan ketentuan fiskal antara satu generasi dan generasi lain baik perusahaan pertambangan mineral maupun batubara.

Renegosiasi, sebut dia, memang harus bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara. Namun demikian, jangan sampai renegosiasi justru membuat perusahaan tambang tidak bisa menjalankan operasinya.

“Ini yang kita harus ekstra hati-hati satu per satu paling tidak lihat generasi per generasi,” imbuh Sukyar.

Dia menambahkan, ada tiga generasi PKP2B, dan 7 generasi perusahaan pertambangan mineral.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X