CT: Harga BBM Naik, Biaya Produksi Pertanian dan Perikanan Ikut Naik

Kompas.com - 02/09/2014, 22:48 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung. Kompas.com/SABRINA ASRILMenteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan jika harga BBM naik, maka biaya produksi sektor pangan juga akan terpengaruh.

"Masalah BBM memang sedang hot dibicarakan. Saya harus sampaikan, kalau harga BBM naik pasti biaya produksi pertanian, perikanan, apapun pasti naik," kata pria yang akrab disapa CT itu di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (2/9/2014).

CT mengungkapkan, apabila biaya produksi melonjak, maka akan menyebabkan inflasi. Dampak inflasi akan sangat dirasakan masyarakat bawah yang cenderung tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Kalau inflasi terjadi, yang paling terkena dampak adalah orang-orang yang selama ini kehidupannya tidak mencukupi. Mereka akan lebih susah kehidupannya," ujar CT.

Oleh karena itu, kebijakan menghilangkan subsidi atau menaikkan harga BBM bersubsidi harus dikaji dampaknya secara serius. Suatu kebijakan, kata dia, harus dibuat tanpa menimbulkan permasalahan baru.

"Kebijakan menghilangkan subsidi atau menaikkan harga BBM harus dikaji secara serius dampaknya. Jangan menyelesaikan masalah satu dengan meng-create masalah lain. Selesaikan masalah satu, masalah lain juga diselesaikan," ungkap CT.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X