Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/09/2014, 09:01 WIB
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini sedang menjaring nama orang yang akan mereka jadikan menjadi menteri untuk membantu pemerintahan mereka lima tahun ke depan. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih tersebut bisa memasukkan nama Rini Soemarno dan Sri Mulyani dalam daftar nama calon menteri keuangan mereka.

Ketua Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan, ke dua figur tersebut memiliki syarat yang sempurna untuk memimpin Kementerian Keuangan. "Mereka pandai dalam mengatur kebijakan fiskal dan moneter," katanya kepada KONTAN, Rabu (17/9/2014).

Untuk pos Kementerian BUMN, Natsir mengusulkan tiga nama, yaitu RJ Lino yang saat ini menjadi Dirut Pelindo II. Sebab, Lino dinilai telah berhasil mengembangkan BUMN tersebut dengan baik selama dia menjadi dirut.

Di pos ke tiga, Kementerian ESDM, Natsir mengusulkan dua nama. Pertama, Sukhyar yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Mineral dan Batubara. Sedangkan nama kedua, Suryo Bambang Sulisto, yang saat ini menjadi ketua Kadin.

Natsir bilang, ke dua nama tersebut mumpuni di bidang tersebut. "Di Perindustrian, kami usul Pak Rahmat Gobel atau Benny Soetrisno, mereka cukup mampu untuk memajukan industri kita," katanya.

Adapun, di pos Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Natsir berharap agar Chairul Tanjung, Dahlan Iskan, dan James Riyadi juga bisa dipertimbangkan oleh Jokowi- JK.

Natsir berharap, Jokowi- JK bisa mempertimbangkan nama- nama tersebut untuk bisa menduduki kementerian di bidang ekonomi. Dia yakin dengan menunjuk orang profesional tersebut di kementerian bidang ekonomi, ekonomi Indonesia akan bisa tumbuh dengan baik. (Agus Triyono)
baca juga: Pengusaha: Kami Ingin Kabinet Jokowi Diisi Manusia yang Bisa Kerja...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

Rilis
IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+