Dituding Monopoli Avtur, Pertamina Sudah Jelaskan ke KPPU

Kompas.com - 15/10/2014, 15:23 WIB
Ilustrasi: Pesawat sedang mengisi avtur shutterstockIlustrasi: Pesawat sedang mengisi avtur
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina mengaku sudah bertemu Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan menjelaskan terkait dugaan praktik monopoli penjualan avtur di Indonesia.

"Kami sudah dengar KPPU, kami sudah menjelaskan. Tetapi keputusannya belum, mungkin mereka juga mau berbicara dengan INACA dan airlines," ujar Vice President Aviation Pertamina Winuntoro di Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Dia menjelaskan, Pertamina sudah memberikan keterangan secara lengkap kepada KPPU. Menurut dia, mahalnya harga avtur yang terjadi saat ini karena memang adanya perbedaan biaya distribusi avtur di Indonesia dan negara-negara lain.

Sementara itu, mengenai pungutan biaya untuk avtur di bandara, menurut Wisnuntoro, bukanlah kewenangan Pertamina, melainkan kebijakan pemerintah. Dia memperkirakan penyelesaian itu bisa dilakukan INACA atau airlines dengan meminta pemerintah menghapus kebijakan itu.

"Kalau pungutan bandara itu bukan dari kita, tapi pemerintah. Ini mungkin akan ada usaha dari INACA, mungkin ya untuk melaporkan pungutan-pungutan itu ya," kata dia.

Sebelumnya, KPPU mencurigai Pertamina melakukan praktik monopoli terkait penjualan avtur. Pasalnya, menurut KPPU, harga avtur di Indonesia relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan harga avtur di negara ASEAN lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X