Ini Komentar Menteri ESDM dan Menteri BUMN soal "Mafia Soemarno"

Kompas.com - 05/12/2014, 12:39 WIB
Menteri ESDM Sudirman Said (kanan), Menteri BUMN Rini M Soemarno (kiri), dan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri, bersalaman usai memberikan keterangan kepada wartawan tentang pembentukan Tim Reformasi Tata Kelola Migas di Gedung ESDM, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2014). Tim Reformasi Tata Kelola Migas resmi dibentuk oleh Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN untuk meninjau kebijakan pemerintah di sektor energi dari hulu sampai hilir, serta mengkaji ulang keberadaan SKK Migas dan BP Migas. WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHAMenteri ESDM Sudirman Said (kanan), Menteri BUMN Rini M Soemarno (kiri), dan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri, bersalaman usai memberikan keterangan kepada wartawan tentang pembentukan Tim Reformasi Tata Kelola Migas di Gedung ESDM, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2014). Tim Reformasi Tata Kelola Migas resmi dibentuk oleh Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN untuk meninjau kebijakan pemerintah di sektor energi dari hulu sampai hilir, serta mengkaji ulang keberadaan SKK Migas dan BP Migas.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno blakblakan soal adanya kabar ditempatkannya orang-orang titipan dari keluarga Soemarno di posisi strategis sektor migas di Indonesia.

Bahkan, inisial "S" di belakang nama para pejabat di sektor migas ikut dikaitkan dengan keluarga Soemarno. Sudirman Said pun menanggapi kabar tersebut dengan santai. Menurut dia, pikiran-pikiran yang mengaitkan inisial "S" dengan keluarga Soemarno adalah pikiran yang sangat imajinatif.

"Makanya yang ributnya di media sosial kan ini (pejabat) orangnya siapa. Guyon kami semua, ini orangnya Soemarno semua ini. (Dirut Pertamina) Dwi (Soetjipto jadi) Soemarno, Sudirman (Said jadi) Soemarno, (Kepala SKK Migas) Amien (Soenaryadi jadi) Soemarno, (Staf Khusus Menteri ESDM) Widyawan (jadi) Soemarno. Pikiran yang sangat imajinatif, seakan-akan tergantung sama seseorang," ujar Sudirman saat berbincang di kantor Kompas, Jakarta, Kamis (4/12/2014) malam.

Sudirman menegaskan, orientasi dalam Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah kerja, bukan politik ataupun bisnis keluarga. Dengan demikian, menurut dia, tidak ada yang namanya agen-agen pihak tertentu.

"Saya ini orang desa yang SPP-nya sering dibebaskan guru BP (guru pembimbing). Saya bukan agen siapa-siapa, saya agen rakyat," kata dia santai.

Sementara itu, Rini Soemarno yang juga hadir malam tadi merasa heran dengan dikaitkannya inisial "S" tersebut sebagai bagian dari keluarga Soemarno. Bahkan, kata dia, karena komunikasi intensif dengan Sudirman Said, mereka berdua disebut-sebut sebagai mafia Soemarno.

"Sejak awal saya sering komunikasi dengan Pak Sudirman. Bahkan saking dekatnya, malahan belakangan inisial SS (Sudirman Said) itu dikira Sudirman Soemarno, Pak Amin juga, Pak Dwi juga S ya, jadi dikira ini Soemarno mafia," kata Rini sembari tertawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Rini menyatakan, walaupun sang kakak, Ari Soemarno, sempat menjadi orang nomor satu di Pertamina, tetapi dalam keluarga Soemarno komunikasi terkait bisnis dan politik adalah dua hal yang berlainan.

Dia pun yakin, orang-orang yang berada di dalam kabinet saat ini adalah orang-orang terbaik dan bukan bagian dari mafia-mafia yang menggerogoti negeri ini.

Baca juga: Faisal Basri Ungkap "Ketololan" dalam Penentuan Harga dan Pengadaan Premium

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Whats New
Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Whats New
Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Rilis
Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Rilis
Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.