Subsidi BBM Dicabut, Masalah Belanja Negara Belum Selesai

Kompas.com - 10/12/2014, 20:10 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah memutuskan mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menghasilkan belanja yang lebih produktif dan berkualitas. Namun, nyatanya, masalah belanja subsidi ini belum selesai.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menuturkan, alasannya, subsidi yang ada di Indonesia menggunakan mekanisme subsidi barang dengan harga patokan pemerintah. Akibatnya, jika harga minyak dunia naik, otomatis nilai subsidinya naik apabila pemerintah tidak melakukan penyesuaian.

"Akibatnya, subsidi kita tersandera volatilitas harga minyak dunia. Kalau APBN tidak sehat otomatis dia tidak bisa menjadi daya dorong pertmbuhan ekonomi yang besar. Subsidi tetap jadi solusi sangat penting," kata dia, Jakarta, Rabu (12/10/2014).

Bambang pun menjelaskan, pemerintah tengah mengkaji mekanisme subsidi tetap. Begitu diterapkan mekanisme subsidi tetap, pemerintah tidak akan khawatirkan pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.