Kompas.com - 31/12/2014, 03:33 WIB
Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat. TRIBUNNEWS/HERUDIN Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla berpendapat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tak selalu berdampak negatif. Menurut dia, dalam kondisi kurs dollar AS menguat itu, ada yang mendapatkan keuntungan, dan bukan hanya orang kaya.

"Penguatan dollar AS ada positif dan ada negatifnya juga. Kalau di makro pasti menjerit. Tapi buat sektoral bagus. Apalagi buat pertanian. Berpesta itu di Sulawesi, (misalnya)," ujar Kalla saat menutup perdagangan di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Kalla mengatakan, fakta tersebut membuktikan bahwa ekonomi tak hanya milik para pemodal. Petani yang notabene adalah masyarakat kecil, menurut dia juga punya kontribusi untuk ekonomi. "Dunia tidak hanya di sini tapi juga di sana. Jangan seakan-akan dunia itu kiamat saat rupiah kita itu menurun (nilai tukarnya)," kata Kalla.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada Selasa sempat kembali mendekati level  Rp 13.000 per dollar AS. Namun, pada akhir perdagangan, rupiah ditutup pada level Rp 12.436 per dollar AS berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang merujuk ke Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.