Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/01/2015, 10:06 WIB
|
EditorErlangga Djumena

Selain itu, mereka juga tidak harus berinvestasi lebih untuk melatih kru. Semakin banyak jenis pesawat yang dioperasikan, tentunya semakin banyak pula biaya pelatihan, mulai dari pilot, awak kabin, hingga teknisi pesawat dengan type rating yang berbeda-beda.

Selain itu, sebut Audrey, Indonesia AirAsia mendapatkan pemasukan dari bisnis non-inti (di luar tiket pesawat), seperti penjualan makanan dan minuman (pre-booked meal), bagasi, dan pemilihan kursi.

Dari bahan bakar sampai fotokopi bolak-balik

Seorang flight operation officer (FOO) sebuah maskapai LCC di Indonesia yang tidak mau disebut namanya menjelaskan kepada Kompas.com bagaimana cara maskapai LCC menekan pengeluaran.

Menurut dia, maskapai LCC itu bisa menekan biaya karena mengurangi hal-hal yang tidak perlu. Penghematan dilakukan di semua hal yang dimungkinkan, dari hitung-hitungan bahan bakar sampai jumlah staf dan penggunaan alat kantor.

"Fotokopi saja sampai kita pakai kertas bolak-balik lho," ujar FOO tersebut.

Efisiensi bahan bakar juga disebut FOO itu menjadi faktor pendukung mengapa LCC bisa menekan biaya pengeluaran. Dengan perhitungan yang akurat, maka maskapai bisa menekan pengeluaran yang berlebih. "Fuel (bahan bakar) itu yang paling terasa (pengeluarannya), (kontribusinya bisa mencapai) 50 persen dari direct cost," katanya.

Maskapai LCC memiliki berbagai siasat untuk menekan biaya pengeluaran bahan bakar, salah satunya adalah membuat flight plan (perencanaan penerbangan) yang tepat. Dengan demikian, pilot tidak akan meminta untuk menambah bahan bakar yang tanggung kalau memang tidak dibutuhkan.

"Ketika butuh (bahan bakar lebih), misal keadaan cuaca yang di atas ambang toleransi, baru ambil banyak sekalian," katanya.

Cuaca buruk di bandara tujuan memang kadang membuat pilot memutuskan untuk holding (menunggu sambil berputar-putar di atas) atau divert (mengalihkan pendaratan) ke bandara alternatif terdekat. Tentunya hal tersebut akan menambah konsumsi bahan bakar di pesawat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+