3 Penerbangan Susi Air Dibekukan, Susi Pudjiastuti Enggan Beri Komentar

Kompas.com - 09/01/2015, 20:26 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti SABRINA ASRIL/KOMPAS.comMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghindar dari kejaran wartawan ketika akan dikonfirmasi soal maskapai yang didirikannya, Susi Air. Dalam konferensi pers yang dilakukan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan hari ini, 3 penerbangan Susi Air ikut masuk daftar 61 penerbangan yang dibekukan Kemenhub.

"Saya tidak tahu. Saya tidak lagi di Susi Air. Coba tanya (BoD) Susi Air," jawab Susi singkat, Jumat (9/1/2015).

Saat ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi menteri, Susi Pudjiastuti memang memutuskan untuk mundur dari jabatan Presiden Direktur atau Chief Executive Officer (CEO) PT ASI Pudjiastuti Aviation, perusahaan yang mengelola Susi Air. Susi mundur dari Susi Air agar bisa fokus menjalankan tugasnya sebagai menteri.

Selain Susi Air, ada empat maskapai lain yang hari ini dibekukan Kementerian Perhubungan. Empat maskapai lainnya adalah Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, dan Trans Nusa. (Baca: Jonan Beri Sanksi Lima Maskapai, 61 Penerbangan Dibekukan)

"Garuda ada 4 (pelanggaran penerbangan), Lion Air ada 35, Wings Air ada 18, Trans Nusa ada 1, dan Susi Air ada 3," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Jonan tidak menyebutkan rute-rute penerbangan yang dibekukan tersebut. Ia mengatakan, maskapai-maskapai tersebut dapat mengajukan izin penerbangan dan akan segera diproses untuk membuka kembali sanksi pembekuan tersebut.

"Sanksi pelanggaran tidak boleh terbang dan kami meminta maskapai tersebut untuk mengajukan izin secepatnya," kata Jonan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X