Kebijakannya Ditentang Pemda, Menteri Susi Duga Ada Kepentingan Bisnis

Kompas.com - 30/01/2015, 15:27 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merasa kebijakannya tak dukung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Susi menduga banyak kepentingan bisnis dibalik para pejabat daerah.

"Pemerintah daerah ini malah jadi aktor bukannya regulator. Banyak pejabat daerah yang menjadi pemilik kapal penangkap ikan dengan trawl," ujar Susi di kantor KKP, Jumat (30/1/2015).

Ia menjalaskan, seharusnya pemerintah daerah menjadi regulator sektor kelautan dan perikanan. Namun, ia justru banyak mendapati pemerintah daerah malah bermain sebagai aktor. Oleh karena itu, Susi pun meminta media melakukan reportase khusus untuk membongkar praktik-praktik bisnis Pemeribtah Daerah yang malah menentang kebijakan pemerintah pusat.

"Kalau regulator sudah ikut bermain. Di Sibolga dan Tapanuli Tengah itu menolak. Media silakan bongkar dan investigasi," kata dia.

Bahkan, Susi mengancam akan memberhentikan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada daerah yang menghambat semangat perbaikan sektor kelautan dan perikanan. "Alokasinya akan dievaluasi," ucap menteri asal Pangandaran, Jawa Barat itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.