Ternyata, Dalam Satu Gram Pakaian Bekas Impor Terdapat 216.000 Koloni Bakteri

Kompas.com - 04/02/2015, 20:43 WIB
Geliat wisata malam para pembeli pakaian impor alias Cakar di Pasar Padduppa Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Minggu, (29/09/2013). KOMPAS.com / ABDUL HAQGeliat wisata malam para pembeli pakaian impor alias Cakar di Pasar Padduppa Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Minggu, (29/09/2013).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan 216.000 koloni bakteri per gram dalam celana impor bekas. Temuan itu berdasarkan uji laboratorium terhadap celana impor yang diduga terkena cairan menstruasi.

"Ternyata celana itu bekas mens," ujar Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Widodo saat jumpa pers di  Jakarta, Rabu (4/1/2015).

Dia menjelaskan, Kemendag telah melakukan uji sampel 25 baju dan celana bekas impor yang diambil dari Pasar Senen, Jakarta. Hasilnya, semua pakaian impor itu mengandung berbagai bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

Oleh karena itu, dia sekali lagi mengimbau agar masyarakat tak membeli pakaian bekas impor. Pasalnya, dari tampak luar saja, pakaian impor bekas itu sudah tak layak pakai.

"Tidak ada satu pun pakaian bekas impor yang sehat. Tidak ada satu pun," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Perdagangan, barang bekas impor dilarang masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, Widodo memastikan bahwa semua pakaian impor bekas merupakan barang ilegal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X