Kemenhub Buka Peluang Swasta Kelola Pelabuhan

Kompas.com - 12/02/2015, 19:01 WIB
Kapal perang Malaysia KD Perak saaterapat si pelabuhan laut Semayang Balikpapan Kaltim.  KD Perak merupakan kapal jenis corvette dengan kemampuan tempur lengkap. KD perak mampir ke Balikpapan bersama KD Rodak, kapal patroli laut Diraja Malaysia. (K71-12) KOMPAS.com/Dani JKapal perang Malaysia KD Perak saaterapat si pelabuhan laut Semayang Balikpapan Kaltim. KD Perak merupakan kapal jenis corvette dengan kemampuan tempur lengkap. KD perak mampir ke Balikpapan bersama KD Rodak, kapal patroli laut Diraja Malaysia. (K71-12)
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA,KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan membuka peluang bagi swasta untuk berinvestasi di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Adolf R Tambunan, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/2/2015). "Diharapkan kalau dikelola oleh badan usaha yang spesialis akan lebih baik pula sambil juga mengembangkan investasi untuk pengembangan lebih lanjut," jelas Adolf.

Menurutnya, konsep kerja sama dengan swasta ini sudah ada di dalam Peraturan Presiden Nomor 7/2005. Dirinya menambahkan, dengan kerja sama ini diharapkan pengelolaan pelabuhan bisa lebih efisien. "Kerja sama itu ada tujuannya menurut Perpres nomor 7/ 2005, pertama karena pemerintah tidak cukup dana, karena itu swasta diundang untuk investasi. Kedua karena kita ingin pengelolaan lebih efisien. Jadi aset kita dikelola oleh swasta yakni kerjasama pemanfaatan," kata Adolf.

Dirinya menambahkan, ada beberapa pelabuhan yang saat ini sedang ditawarkan oleh Kemenhub, salah satunya adalah Pelabuhan Bungkutoko di Sulawesi Tenggara. "Pelabuhan Garangkong, Sulawesi Selatan. Kemudian pelabuhan Bau-Bau Sulawesi Utara. Di Barat misalnya Sumatera itu Pelabuhan Calang di Aceh," jelas Adolf.


Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Dua orang turis asal Jerman yang menjadi peserta Sail Komodo, menjadi peserta pertama yang menginjakkan kaki di Pelabuhan Laut Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Senin (6/8/2013).


Menurutnya lelang ini dalam akan diluncurkan dalam tiga bulan ke depan. "Mungkin dalam tiga bulan ini akan kita tawarkan. Nanti akan ditawarkan dulu. Karena ini kan belum pernah, jadi perlu proses persiapan," jawab Adolf.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X