Kompas.com - 19/02/2015, 11:21 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi pengguna jasa transportasi udara, keterlambatan penerbangan pesawat atau delay sering membuat jengkel. Terlebih lagi, informasi yang diberikan maskapai kadang tak mampu memberi penjelasan utuh atas kejadian delay tersebut.

Akibatnya, banyak penumpang yang adu mulut dengan petugas bandara. Bahkan, ada pula yang mengamuk. Untuk merespons masalah tersebut, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sedang mempersiapkan kebijakan untuk mengurangi kejadian keterlambatan penerbangan tersebut.

"Pak Jonan sedang mengkaji aturan tentang pesawat cadangan yang siap terbang, yang harus disediakan maskapai," ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (19/2/2015).

Sebenarnya, terkait keterlambatan penerbangan, sudah ada aturan yang mesti dilakukan maskapai. Pertama, maskapai harus terbuka memberi informasi kepada penumpang tentang situasi yang terjadi.

"Harus ada petugas dari maskapai yang hadir di tengah penumpang untuk memberi penjelasan dan mengondisikan situasi agar tetap kondusif. Jangan sampai penumpang dibiarkan bertanya-tanya tanpa kepastian," kata Hadi.

Kedua, lanjut Hadi, hak-hak penumpang harus dipenuhi sesuai ketentuan. Artinya, maskapai wajib memberikan hak-hak penumpang, misalnya sarana penginapan, apabila penerbangan baru dilakukan esok harinya. Meski begitu, Jonan mengetahui bahwa itu belum cukup.

Oleh karena itu, dia sedang mengkaji aturan tentang cadangan pesawat. Meski begitu, terkait bagaimana teknisnya, hal itu masih akan dikaji. "Berapa jumlah pesawat cadangan dan bagaimana mekanismenya, masih akan dikaji dan dibahas bersama pihak-pihak terkait," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.