Sudah Final, 4 Paket Kebijakan Rupiah Dibawa Ke Istana

Kompas.com - 16/03/2015, 14:20 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil memastikan bahwa 4 paket kebijakan reformasi struktural ekonomi untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan defisit neraca berjalan sudah final. Keputusan resmi dan pengumumannya tinggal menunggu sidang kabinet yang akan digelar sore ini di Istana negara.

"Yang utama 4 (paket kebijakan), tapi ada turunannya nanti diumumkan," ujar Sofyan setelah rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Lebih lanjut, kata dia, keempat paket kebijakan itu akan langsung segera dibawa ke istana negara dan dijelaskan kepada Presiden Jokowi dalam sidang Kabinet. Rencananya, sidang kabinet akan dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, meski hanya ada 4 paket kebijakan, Sofyan mengatakan bahwa turunan dari paket Lebih kan itu sangat banyak. Dia menyebutkan beberapa contoh kebijakan turunan tersebut.

"Beberapa sudah dilakukan pertama pengalihan subsidi BBM, one stop service. Hari ini kita akan membahas yang kemarin udah diumumkan insentif, bebas visa, penggunaan biofuel, anti dumping, revitalisasi dan memperkuat industri reasuransi domestik," kata dia.

Menurut dia, beberapa kebijakan itu sebagain ada yang langsung bisa berjalan dan ada juga yang harus menunggu sampai satu bulan pasca kebijkan tersebut diambil. "Kalau yang perlu Peraturan Pemerintah perlu 30 hari. Kalau perlu Peraturan Menkeu bisa langsung berjalan. Kalau perlu peraturan Menteri ESDM, nanti dia tetapkan kapan berlakunya," ucap Sofyan.

Sebelumnya, Sofyan menyampaikan ada empat paket kebijakan yang akan diteken Pemerintah dalam waktu dekat untuk memperbaiki kondisi ekonomi setelah nilai tukar rupiah terpuruk. Pertama, pemberian insentif pajak kepada perusahaan yang melakukan ekspor dan perusahaan yang melakukan reinvestasi di dalam negeri dari keuntungan yang didapatnya.

Kedua, upaya perlindungan produk dalam negeri melalui kebijakan Bea Masuk Anti Dumping Sementara (BMADS) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS). Ketiga, penerapan bebas visa. Keempat, penggunaan biofuel yang diharapkan bisa menghemat devisa yang dipakai untuk impor solar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.