Kenaikan Harga BBM dan Tarif KA Picu Inflasi April 0,36 Persen

Kompas.com - 04/05/2015, 13:27 WIB
Kereta api Siliwangi dari Stasiun Bumiayu menuju Stasiun Paledang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/10/2014). Pemandangan alam dan hamparan sawah menjadi pemandangan selama perjalanan. Kereta api menjadi salah satu transportasi yang dapat digunakan saat berwisata ke Sukabumi. KOMPAS/PRIYOMBODOKereta api Siliwangi dari Stasiun Bumiayu menuju Stasiun Paledang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/10/2014). Pemandangan alam dan hamparan sawah menjadi pemandangan selama perjalanan. Kereta api menjadi salah satu transportasi yang dapat digunakan saat berwisata ke Sukabumi.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium pada 28 Maret 2015, dan kenaikan tarif angkutan kereta api jarak jauh pada 1 April 2015 memicu inflasi April 2015, sebesar 0,36 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menerangkan, harga bensin sebagai adminstered prices (barang yang harganya diatur pemerintah) pada 28 Maret 2015 mengalami kenaikan 5,68 persen. Pada saat itu harga Premium per 28 Maret 2015 naik menjadi Rp 7.300 per liter untuk wilayah distribusi luar Jawa-Madura-Bali, dan Rp 7.400 per liter untuk distribusi Jamali.

“Terjadi kenaikan harga di seluruh kota IHK,” kata Suryamin dalam paparannya, Senin (4/5/2015).

Selain disebabkan naiknya harga BBM, inflasi pada April 2015 juga disebabkan kenaikan tarif kereta api jarak jauh yang naik antara 30 hingga 60 persen, pada 1 April 2015 berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 17 tahun 2015. Suryamin menuturkan, tarif kereta api jarak jauh mengalami perubahan harga rata-rata sebesar 20,94 persen.

“Terjadi kenaikan tarif di 21 kota IHK, kenaikan tertinggi terjadi di Tegal sebesar 55 persen, dan Semarang serta Jember, masing-masing sebesar 44 persen,” sambung Suryamin.

Catatan BPS, inflasi April 2015 yang sebesar 0,36 persen juga dikarenakan bawang merah, tarif angkutan dalam kota, LPG 12 kilogram, gula pasir, serta tarif angkutan udara. Kurangnya pasokan barang merah menyebabkan kenaikan harga bawang merah sebesar 11,58 persen pada April 2015, dan menyebabkan kenaikan harga di 79 kota IHK.

“Yang menghambat inflasi April 2015 adalah beras dengan andil 0,2 persen, dengan perubahan harga minus 4,82 persen. Ini disebabkan karena suplai melimpah akibat panen raya. Penghambat kedua adalah ikan segar dengan andil 0,02 persen, dan perubahan harga minus 0,62 persen,” pungkas Suryamin.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X