Masihkah Tomy Winata Bermimpi Membangun Jembatan Selat Sunda?

Kompas.com - 30/06/2015, 02:57 WIB
Feri dari Pelabuhan Merak, Banten, mengangkut mobil memasuki Pelabuhan Bakauheni, Lampung, beberapa waktu lalu. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATFeri dari Pelabuhan Merak, Banten, mengangkut mobil memasuki Pelabuhan Bakauheni, Lampung, beberapa waktu lalu.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Jembatan Selat Sunda (JSS) sudah dibatalkan oleh pemerintah. Sebagai gantinya, pemerintah mengembangkan konektivitas penyeberangan lewat PT ASDP (Persero).

Kabarnya, pemerintah telah mengalokasikan dana tak kurang dari RP 10 triliun untuk meningkatkan konektivitas Jawa-Sumatera. Keputusan ini rupanya tak membuat risau bos Artha Graha Group, Tommy Winata, yang pada 2013 lalu sudah mengantongi restu untuk mengembangkan Jembatan Selat Sunda.

Ditemui pada saat peluncuran Pasar Murah Sembako Yayasan Artha Graha, Senin (29/6/2015), Tomy menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah, ketika ditanya masihkah ada keinginan untuk membangun JSS.

“Saya enggak ngerti. Tanya pemerintah dong. Jangan tanya saya. Saya kan patuh dan loyal, apa saja yang menyangkut keputusan pemerintah,” kata Tomy.

Asal tahu saja, pada 2013 lalu Artha Graha Network akhirnya mengantongi restu dari pemerintah untuk menyusun studi kelayakan tentang pengembangan kawasan dan infrastruktur Selat Sunda.

Korporasi milik Tomy Winata itu juga mendapatkan jaminan konsesi berupa hak pengelolaan kawasan di Provinsi Banten dan Provinsi Lampung. Hal itu dipastikan setelah Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menggelar rapat koordinasi tertutup di Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Diperkirakan, investasi yang dibutuhkan untuk menghubungkan Jawa-Sumatera dengan jembata ini mencapai Rp 200 triliun. (baca: Proyek Selat Sunda, Pemerintah Akhirnya Restui Artha Graha).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama dua tahun, wacana pembangunan JSS terus menuai pro-kontra, hingga pada akhirnya visi kemaritiman Presiden Joko Widodo sangat mengemuka. Salah satu proyek unggulan dalam visi kemaritiman tersebut yakni “tol laut”, sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut konektivitas laut tanpa henti.

Pada November 2014, pada saat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2015-2019 pun, proyek JSS tidak masuk dalam daftar. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago pun menegaskan, bahwa pemerintah membatalkan proyek JSS, sebab bertentangan dengan visi kemaritiman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPR: Realisasi Anggaran Food Estate Jangan Tumpang Tindih

Anggota DPR: Realisasi Anggaran Food Estate Jangan Tumpang Tindih

Whats New
Cara dan Syarat Perpanjang SKCK Secara Online

Cara dan Syarat Perpanjang SKCK Secara Online

Whats New
Saham-saham Ini Berpotendi Dilepas BP Jamsostek, Apa Kata Analis?

Saham-saham Ini Berpotendi Dilepas BP Jamsostek, Apa Kata Analis?

Whats New
PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

Rilis
Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Whats New
Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Whats New
Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Whats New
Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Whats New
[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

Whats New
Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Rilis
Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Rilis
Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X