Kejar Puncak Arus Balik Lebaran di Bandara

Kompas.com - 13/07/2015, 19:36 WIB
Pelanggan bertransaksi di gerai Golden Bird Lounge di lokasi Kedatangan Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Provinsi Banten pada Senin (13/7/2015). Golden Bird yang menjadi bagian dari grup PT Blue Bird Tbk menjadi salah satu andalan perusahaan meraih pendapatan.
Josephus PrimusPelanggan bertransaksi di gerai Golden Bird Lounge di lokasi Kedatangan Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Provinsi Banten pada Senin (13/7/2015). Golden Bird yang menjadi bagian dari grup PT Blue Bird Tbk menjadi salah satu andalan perusahaan meraih pendapatan.
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Perusahaan transportasi seperti halnya Grup Blue Bird mengejar puncak arus mudik Lebaran di bandar udara (bandara). Menurut Direktur PT Blue Bird Tbk Sigit Priawan Djokosoetono, puncak arus balik Lebaran tahun ini di Bandara Soekarno-Hatta, Provinsi Banten, bakal berlangsung sepanjang satu minggu setelah Lebaran. Tahun ini, Lebaran berlangsung pada 17 dan 18 Juli. "Puncaknya selama seminggu," katanya usai meresmikan Golden Bird Lounge di lokasi Kedatangan Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (13/7/2015).

Lebih lanjut, Sigit menambahkan pada masa puncak itu, terjadi kenaikan pemesanan moda transportasi Golden Bird hingga di kisaran 30 persen. Golden Bird yang masuk di dalam Grup Blue Bird menyediakan pelayanan kendaraan berbagai varian mulai dari mobil sedan hingga mobil van. Rata-rata, dalam sehari, ada 500 pesanan jasa penggunaan kendaraan di Golden Bird Bandara Soekarno-Hatta.

Catatan menunjukkan, ada tujuh gerai Golden Bird di seluruh terminal Bandara Soekarno-Hatta. "Yang hanya berkonsep lounge ya di Kedatangan Terminal 2F ini," kata Sigit.   

Di gerai berkonsep lounge itu, Golden Bird menempati area berukuran sekitar 4,2 meter x 2 meter. Di situ tersedia dua meja transaksi. Pelanggan juga dimanjakan dengan ketersediaan minuman seperti teh, kopi, dan air mineral.

Sigit mengatakan pula bahwa pihaknya menyediakan 300 armada kendaraan untuk Golden Bird. Dari jumlah itu, mayoritas adalah mobil van atau mobil berukuran tujuh tempat duduk.

Pelanggan, terang Sigit, biasanya memang membawa keluarga. Mereka juga acap membawa banyak barang. "Makanya, mobil van menjadi pas untuk mereka," ujar Sigit.

Sampai kini, Golden Bird menyediakan tiga zona pelayanan sesuai jarak berikut tarifnya. Tarif paling bawah besarnya Rp 260.000 per kendaraan. Sementara, tarif tertinggi berada di kisaran Rp 1,1 juta per kendaraan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X