Kemenperin Minta Rachmat Gobel Buka Pelarangan Impor Kertas Bekas

Kompas.com - 27/07/2015, 16:55 WIB
Shutterstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta Menteri Perdagangan Rachmat Gobel untuk membuka pelarangan impor kertas bekas. Pelarangan impor kertas bekas diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 39/M-DAG/PER/9/2009.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kemenperin, Haris Munandar mengatakan alasan Kemenperin yaitu saat ini kertas bekas masih banyak dibutuhkan untuk industri kertas dalam negeri.

"Kita sendiri minta untuk kertas bekas ini dicabut, karena kita banyak membutuhkan sebagai bahan pabrik kertas," kata Haris, di Jakarta, Senin (27/7/2015).

Dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 132/PMK.010/2015, impor kertas dan tissue dikenai bea masuk (BM) sebesar 10 persen. Haris mengatakan, sama halnya dengan baju bekas.

"Larangan itu prosesnya sama dengan kebijakan tarif, suatu saat bisa saja dicabut karena hal-hal tertentu," kata Haris.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBambang Priyo Jatmiko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X