Sejak 2013 Rp 100 Miliar Tabungan Dicuri Pelaku "Phishing"

Kompas.com - 07/08/2015, 18:04 WIB
Ilustrasi JITETIlustrasi
|
EditorJosephus Primus


BENGKULU, KOMPAS.COM - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu, Yan Syafrie mengemukakan sejak 2013 tidak kurang Rp 100 miliar uang nasabah di perbankan raib akibat tindakan phishing. "Phishing merupakan aksi pengambilan informasi atau data pribadi seperti user ID, password, dan data-data lainnya dengan menyamar sebagai orang yang berwenang melalui sebuah email, yang akan dipergunakan untuk melakukan berbagai jenis kejahatan dan penipuan keuangan sehingga nasabah kehilangan uang dalam rekeningnya," kata Yan Syafrie, di Bengkulu.

Tindakan itu banyak dilakukan melalui transaksi elektronik menggunakan internet atau sms banking. Terhadap kondisi ini OJK memberikan tips transaksi elektronik yang aman. Pertama jangan melakukan transaksi elektronik perbankan seperti menggunakan akses internet di tempat umum sepert wifi terbuka. Selanjutnya bertransaksi elektronik menggunakan perangkat yang aman atau milik pribadi. Pastikan juga perangkat ponsel pintar atau lainnya bersih dari malware dan spyware. "Selain itu jangan pernah memberikan username dan password atm pada siapapun, perbankan tak pernah meminta nomor PIN untuk transaksi apapun, bank minta biasanya nama ibu atau panggilan kecil untuk verifikasi. Kalau minta PIN berarti itu bukan dari bank," lanjut Yan Syafrie.

Yan Syafrie juga menyatakan jika menggunakan e-banking sebaiknya sms banking juga diaktifkan agar transaksi apapun di rekening nasabah dapat diketahui guna melakukan pencegahan tindakan phishing. OJK kata dia tak bertanggung-jawab atas hilangnya dana nasabah di dalam perbankan, begitu juga bank yang bersangkutan. "Jika mendaftar di bank untuk transaksi elektronik nasabah kan mengisi formulir kesepakatan. Artinya ketika akses elektronik dibuka saat username dan password atau PIN telah dibuat dan diserahkan pada nasabah itu sudah tanggung-jawab nasabah. Ibarat kunci rumah sudah dipegang pemilik maka sudah menjadi tanggungjawab pemegang kunci," ungkap dia.

OJK kata dia bersama bank dan kepolisian hanya berwenang melalukan penyelidikan untuk mengungkap kejahatan phishing.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

Whats New
Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Whats New
Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

Rilis
Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Whats New
Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Whats New
Dukung Sektor Pariwisata, Kemenaker Kembangkan Kejuruan Spa Therapist

Dukung Sektor Pariwisata, Kemenaker Kembangkan Kejuruan Spa Therapist

Rilis
Kata Antam Terkait Tudingan Impor Emas Rp 47 Triliun

Kata Antam Terkait Tudingan Impor Emas Rp 47 Triliun

Whats New
Gandeng Swasta, Pemerintah Vaksinasi 1.400 Warga kolaka

Gandeng Swasta, Pemerintah Vaksinasi 1.400 Warga kolaka

Rilis
Hari Ini, Lelang 7 SUN Tembus Rp 69,95 Triliun

Hari Ini, Lelang 7 SUN Tembus Rp 69,95 Triliun

Whats New
Work From Destination, Sandiaga Uno Mulai Bekerja dari Borobudur

Work From Destination, Sandiaga Uno Mulai Bekerja dari Borobudur

Whats New
Sandiaga Uno Usulkan Pariwisata Berbasis Vaksin di Bali

Sandiaga Uno Usulkan Pariwisata Berbasis Vaksin di Bali

Whats New
Ini 7 Cara efektif Melunasi Utang

Ini 7 Cara efektif Melunasi Utang

Whats New
[TREN DIARY KOMPASIANA] Cara Efektif Membersihkan Karpet | Alasan Gagal Sebelum Sukses | Nessa dan Koleksi Merchandise BTS

[TREN DIARY KOMPASIANA] Cara Efektif Membersihkan Karpet | Alasan Gagal Sebelum Sukses | Nessa dan Koleksi Merchandise BTS

Rilis
Perkuat Advokasi ASN, Kemenhub Susun Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Perkuat Advokasi ASN, Kemenhub Susun Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X