Pedagang Daging Mogok Jualan, Bulog Lakukan Operasi Pasar

Kompas.com - 09/08/2015, 17:07 WIB
Pedagang daging melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senin (15/6/2015). Jelang Ramadhan, harga beberapa kebutuhan pokok mulai merangkak naik, mulai dari harga cabai, daging ayam dan daging sapi. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPedagang daging melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senin (15/6/2015). Jelang Ramadhan, harga beberapa kebutuhan pokok mulai merangkak naik, mulai dari harga cabai, daging ayam dan daging sapi.
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Para pedagang daging sapi di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Bandung, Serang dan kota-kota lain sepakat melakukan mogok jualan karena memprotes kebijakan pemerintah yang membatasi impor sapi bakalan.

Aksi mogok ini mulai hari Minggu (9/8/2015) sampai Rabu (12/8/2015) dan tidak tertutup kemungkinan diperpanjang bila belum ada solusi dari pemerintah.

Alasan mogok ini, karena para pedagang mengklaim mengalami kerugian akibat minimnya pasokan daging yang menyebabkan harga naik dan menurunnya jumlah pembeli daging sapi.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah melakukan operasi pasar (OP) daging sapi di tiga kota yakni Bandung, Jakarta dan Serang.

Direktur Pengadaan Bulog Wahyu mengatakan, sudah menjadi tugas Bulog memastikan ketersediaan pasokan daging kepada masyarakat yang membutuhkan.

Maka itu, di tengah mogoknya para pedagang daging, Bulog segera menggelar OP di sejumlah pasar. Di Bandung, Bulog menggelar OP di tiga pasar yakni Pasar Kosambi, Pasar Sederhana dan Pasar Haurgeulis.

Sementara di Jakarta, Bulog menggelar OP di tiga titik dan di Serang satu titik. "Untuk hari Minggu (9/8/2014) saja di Bandung dan Jakarta kita sudah salurkan masing-masing 7,5 ton daging," ujar Wahyu kepada Kontan,  hari ini.

Wahyu mengatakan, di gudang Bulog sudah siap 250 ton daging sapi yang setiap saat bisa disalurkan bila dibutuhkan. Sementara untuk menjaga ketersediaan pasokan, Bulog terus menambah persediaan daging di gudangnya yang berasal dari Rumah Potong Hewang (RPH) milik PT Berdikari di Cibitung.

Di RPH Cibitung ini, ada 15 ekor sampai 20 ekor sapi yang dipotong setiap harinya. Dengan begitu, Bulog tidak khawatir akan ada kekurangan pasokan dan kelangkaan daging di pasaran selama pedagang melakukan mogok.

Menurut Wahyu, Bulog menjual daging sapi tersebut dengan harga antara Rp 89.000 per kilogram (Kg) hingga Rp 90.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih rendah dari harga rata-rata daging sapi di pasaran saat ini sebesar Rp 120.000 per kg - Rp 140.000 per kg. "Harganya itu tergantung tempat dan jaraknya saja," imbuhnya.

Halaman:
Baca tentang


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X