Kompas.com - 11/09/2015, 13:36 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS. com - PT Regio Aviasi Industri, anak usaha PT Ilthabi Rekatama masih terus mencari investor untuk pembangunan pabrik perakitan pesawat terbang R80. Rencananya, pabrik yang akan berlokasi di kawasan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat tersebut akan memiliki kapasitas produksi maksimal 24 unit pesawat per tahun.

Komisaris PT Regio Aviasi Industri Ilham Akbar Habibie mengatakan, pemilihan lokasi pendirian pabrik perakitan pesawat terbang di Kertajati merupakan buah kerjasama PT Ilthabi Rekatama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat yakni PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

"Mereka berkomitmen menyediakan lahan untuk kami," kata Ilham kepada Kontan di Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Putera mantan Presiden RI BJ Habibie ini mengatakan, sebagai imbal balik, PT Ilthabi Rekatama akan membantu Pemprov Jabar untuk membangun Bandara bertaraf internasional di Kertajati. Sebab sejak Bandara Soekarno-Hatta menjadi milik Provinsi Banten, praktis Jabar kini tak punya lagi Bandara Internasional.

"Kami juga membantu Pemprov Jabar untuk membangun kawasan industri di sekitar Bandara Kertajati yang masih memiliki hubungan dengan industri penerbangan," ujar Ilham.

Ilham Habibie yang juga Presiden Direktur PT Ilthabi Rekatama ini mengatakan bahwa saat ini pembuatan pesawat terbang R80 masih dalam fase merancang prototype yang sesuai kriteria dan memenuhi syarat keselamatan. Prosesnya dimulai sejak tahun 2013 dan ditargetkan selesai tahun 2019.

Penjualan pesawat tersebut diperkirakan baru bisa dimulai tahun 2021. "Dengan kapasitas SDM yang ada, rencananya pabrik di Kertajati ini memiliki kapasitas produksi maksimal 24 unit pesawat R80 per tahun," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilham menambahkan, untuk memproduksi bahan dasar pembuatan pesawat sebelum mulai dirakit di Kertajati, rencananya akan tetap dilakukan di pabrik milik BUMN produsen pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia. Cara ini sebagai bentuk efisiensi agar kebutuhan investasi yang diperlukan tidak menjadi terlalu besar.

"Kami tidak mau menyia-nyiakan investasi besar negara di masa lalu dalam membangun industri pesawat terbang," kata Ilham.

Investasi untuk pembangunan pabrik perakitan pesawat terbang R80 di Kertajadi mencapai 700 juta dollar AS. (Adhitya Himawan)

baca juga: Bangun Pesawat R80, Ilham Habibie Cari Investor



Sumber
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Work Smart
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | 'Harga Teman', Komponen Harga yang Masih Misteri

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | "Harga Teman", Komponen Harga yang Masih Misteri

Rilis
Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Whats New
Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Whats New
Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Whats New
BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

Whats New
IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

Whats New
Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Whats New
Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Whats New
Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X