Pemerintah Targetkan Kebijakan Satu Peta Tahun 2016

Kompas.com - 05/11/2015, 12:46 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menargetkan segera mengimplementasikan kebijakan satu peta (one map policy) pada 2016 mendatang.

Akan tetapi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, pemerintah akan terlebih dahulu merampungkan peta dasar dengan skala 1:50.000 penghujung tahun ini.

Lamanya proses penyususan kebijakan satu peta ini, salah satu faktornya, lantaran ada tujuh provinsi yang baru menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Ke tujuh provinsi tersebut yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

“Peta dasarnya, referensi itu baru akan selesai akhir tahun ini. Nanti setelah itu akan ada langkah-langka selanjutnya untuk membuat dia lebih bisa digunakan secara nasional,” ucap Darmin di Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Darmin mengatakan, lamanya penyusunan kebijakan satu peta ini dikarenakan pemerintah ingin membuat satu peta yang betul-betul presisi.

Kebijakan satu peta ini menjadi penting, meskipun tiap-tiap provinsi memiliki RTRW. Sebabnya, belum seluruh rencana program pemerintah masuk dalam peta dasar.

“Akhir tahun ini peta dasar akan tersedia dan selesai diperbarui oleh Badan Geospasial. Peta ini akan menjadi dasar penetapan izin lokasi, AMDAL, batas administrasi, serta peta-peta tematik seperti kawasan hutan,” jelas Darmin.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan membenarkan, rencana kebijakan satu peta ini sudah lama namun tak kunjung selesai.

Meski begitu, Ferry menjelaskan tujuh provinsi yang baru menyelesaikan RTRW mereka disebabkan lima diantaranya melakukan revisi, dan di dua provinsi terjadi pemekaran.

“Yang pemekaran itu Kaltim sebagai induknya dan Kaltara. Jadi RTRW berubah. Sedangkan lima provinsi itu revisi. Itu sebetulnya sudah jauh-jauh hari (selesai), cuma revisi,” kata Ferry.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

GAPPRI Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Industri Hasil Tembakau

GAPPRI Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Industri Hasil Tembakau

Whats New
Dorong Produktivitas Petani di Baubau, Kementan Salurkan Alsintan

Dorong Produktivitas Petani di Baubau, Kementan Salurkan Alsintan

Rilis
Ini Cara Menggunakan Fitur Rekognisi Wajah dan Sidik Jari ShopeePay

Ini Cara Menggunakan Fitur Rekognisi Wajah dan Sidik Jari ShopeePay

Spend Smart
IHSG Pekan Depan DIprediksi Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

IHSG Pekan Depan DIprediksi Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

Whats New
Produsen Pipa Baja Buka Lowongan untuk Semua Jurusan, Cek Posisi dan Syaratnya

Produsen Pipa Baja Buka Lowongan untuk Semua Jurusan, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Sulap Sampah Menjadi Mainan Robot, Aulia Dapat Pesanan untuk PM Korea hingga Indro Warkop

Sulap Sampah Menjadi Mainan Robot, Aulia Dapat Pesanan untuk PM Korea hingga Indro Warkop

Smartpreneur
Ada Kemungkinan Pembukaan Gelombang 11, Jangan Lupa Daftar di Prakerja.go.id

Ada Kemungkinan Pembukaan Gelombang 11, Jangan Lupa Daftar di Prakerja.go.id

Whats New
Kalah dengan Malaysia, Kadin Berharap Standar Halal Indonesia Bisa Diakui Dunia

Kalah dengan Malaysia, Kadin Berharap Standar Halal Indonesia Bisa Diakui Dunia

Whats New
BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

Whats New
373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

Whats New
Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Whats New
7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Whats New
Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Smartpreneur
Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Earn Smart
Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X