Disomasi Rusdi Kirana, Menhub Jonan Minta Maaf dan Menarik Kata-katanya

Kompas.com - 17/11/2015, 20:10 WIB
Kompas.com/Alsadad Rudi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta maaf dan menarik pernyataan yang dianggap mencemarkan nama baik pemilik Lion Group sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rusdi Kirana.

Keputusan itu diambil sebagai tanggapan somasi yang dilayangkan Rusdi terhadap Jonan.

(Baca: Ribut-ribut Bandara Lebak, Rusdi Kirana Somasi Menteri Jonan)

"Serta menganggap persoalan ini selesai," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo saat membacakan surat Menteri Perhubungan Nomor 002/SMS/HAH/XI/15 di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Dalam surat itu, Jonan menyatakan bahwa tidak ada niat dan tendensi sedikit pun untuk mendiskreditkan Rusdi Kirana dan PT Lion Group.

Masih di dalam surat yang sama, seperti dibacakan Suprasetyo, Jonan menyatakan bahwa dalam pernyataan kepada media pada Jumat (13/11/2015), dirinya tak menyebut ataupun menuduh Rusdi Kirana berkeinginan menjadi menteri perhubungan.

Selain itu, Jonan juga menyatakan tak pernah menyebut ataupun menuduh Rusdi Kirana dan PT Lion Group merekomendasikan penutupan Bandara Budiarto, Curug.

Dengan adanya permohonan maaf dan menarik pernyataan, Jonan menganggap persoalan dengan Rusdi Kirana dan Lion Group selesai.

Sebelumnya, pemilik Lion Group sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rusdi Kirana melayangkan somasi kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Senin (16/11/2015). Somasi itu dilakukan karena Jonan dianggap mencemarkan nama baik.

Rusdi tak terima dengan pernyataan Jonan kepada media beberapa hari lalu di Bali.



EditorBambang Priyo Jatmiko

Close Ads X