Rizal Ramli: Kisruh Freeport, Anggap Saja Sedang Melihat Sinetron Antar-geng

Kompas.com - 18/11/2015, 11:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rixal Ramli melaporkan harta kekayaannya ke KPK, Senin (12/10/2015). Ambaranie Nadia K.MMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rixal Ramli melaporkan harta kekayaannya ke KPK, Senin (12/10/2015).
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri ESDM Sudirman Said baru-baru ini melaporkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto karena diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham dari PT Freeport Indonesia.

Persoalan catut nama ini pun menjadi perhatian bagi Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Rizal menyatakan, ribut-ribut tersebut seperti tontonan program televisi, yakni sinetron.

"Anggap saja sedang melihat sinetron antar-geng. Anggap saja rakyat Indonesia sedang dihibur sinetron antar-geng yang kadang perang, kadang berdamai," ujar Rizal di Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Sudirman melaporkan Ketua DPR Setya Novanto atas dugaan meminta saham dari PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam laporannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD, Sudirman menyebut Novanto bersama seorang pengusaha menemui bos PT Freeport sebanyak tiga kali.

Pada pertemuan ketiga, menurut Sudirman, Novanto meminta saham sebesar 11 persen untuk Presiden dan 9 persen untuk Wapres demi memuluskan renegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport.

Novanto juga disebut meminta PT Freeport untuk melakukan divestasi saham sebesar 49 persen untuk pembangunan proyek listrik di Timika. Sudirman mengaku mendapat informasi itu dari pimpinan Freeport.

Baca juga: Masalah Menteri Keblinger soal Freeport, Sudirman Said Lempar Balik ke Rizal Ramli

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X