Kompas.com - 19/12/2015, 20:30 WIB
Wakil Ketua KADIN Suryani SF Motik, saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINWakil Ketua KADIN Suryani SF Motik, saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015).
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dinilai kesulitan ketika ingin melakukan ekspor. Maka, pemerintah perlu untuk mendampingi UKM khususnya dalam memasarkan produknya ke luar negeri.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Suryani SF Motik mengatakan, selama ini persyaratan dan administrasi kerap menjadi kendala UKM untuk mengekspor produknya.

Peraturan dan sistem yang dibutuhkan untuk menembus pasar internasional, kata Suryani, amat sangat rumit khususnya bagi pelaku UKM.

"Persyaratan perdagangan internasional atau perjanjian dengan suatu negara yang akan dimasuki pasarnya membutuhkan skill yang harus dipelajari lagi, karena cukup rumit. Hal ini sulit bagi para UKM," ujar Suryani di Jakarta, Sabtu (19/12/2015).

Contoh sederhana, menurut dia, adalah persoalan bahasa Inggris. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris adalah persyaratan mutlak yang harus dimiliki untuk para pelaku UKM untuk bisa menembus oasar internasional.

Namun, kata dia, harus diakui bahwa tak banyak para pelaku UKM yang menguasai bahasa Inggris.

"Mayoritas pelaku UKM tidak terbiasa dengan bahasa Inggris yang notabene dibutuhkan untuk menembus pasar internasional," ujar Suryani yang juga Wakil Ketua Kadin ini.

Hal ini wajar, kata dia, karena Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Indonesia. Berbeda misalnya dengan Singapura yang masyarakatnya menggunakan bahasa Inggris.

"Kita mesti sadar kalau Indonesia itu negara dengan berbahasa melayu bukan bahasa Inggris. Sedangkan menembus pasar harus pake bahasa inggris," tutur dia.

Makanya, kata Suryani, daripada direpotkan oleh persyaratan, UKM baiknya dibantu oleh pemerintah untuk memasarkan produknya. Salah satunya membuat satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menampung dan memasarkan produk-produk UKM ke luar negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.