PwC: Institusi Jasa Keuangan Indonesia Remehkan Penggunaan "Blockchain"

Kompas.com - 17/03/2016, 07:15 WIB
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika
JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut survey terbaru Pricewaterhouse Coopres (PwC), pelaku industri jasa keuangan di Indonesia masih belum memprioritaskan penggunaan blockchain, sebuah teknologi basis data terdistribusi untuk optimalisasi proses bisnis.

Padahal, peluang laba bagi institusi jasa keuangan yang menggunakan blockchain akan lebih besar sebab beroperasi lebih efisien. Tidak saja dapat menghemat biaya dalam jumlah besar namun pengguna platform tersebut juga mendapatkan keuntungan melalui transparansi yang lebih baik.

Dalam laporan Global FinTech PwC terbaru berjudul ‘Blurred Lines: How FinTech is shaping Financial services’ terungkap 56 persen responden mengakui pentingnya teknologi ini. Sementara 57 persen mengatakan mereka ragu-ragu atau kecil kemungkinan untuk merespon tren ini.

Laporan ini dibuat berdasarkan sebuah survei terhadap 544 responden, yang tersebar di 46 negara. Responden terdiri dari CEO, Kepala Bagian Inovasi, CIO dan pejabat tinggi manajemen yang terlibat di dalam transformasi digital dan teknologi di seluruh industri jasa keuangan.
 
“Ketika dihadapkan dengan teknologi yang disruptif, perusahaan terkemuka di dunia berhasil melaluinya dengan menanamkan teknologi tersebut ke dalam DNA mereka, sebagai bagian dari proses ‘business as usual’,” kata Haskell Garfinkell, FinTech co-leader, PwC di Amerika Serikat (AS), dalam rilis pers.

Dalam pandangan PwC, kurangnya pemahaman akan teknologi blockchain akan menimbulkan risiko signifikan terhadap model bisnis yang ada saat ini.

Dalam survey ini, tim Global Blockchain PwC telah mengidentifikasi lebih dari 700 perusahaan yang memasuki pasar ini, 150 dikategorikan sebagai perusahaan yang ‘perlu dicermati’ dan 25 diperkirakan akan muncul sebagai pemimpin.

"Survei kami menunjukkan hasil yang tak dapat diabaikan, bahwa 25% perusahaan tidak berurusan dengan FinTech sama sekali. Mengingat semakin tingginya kecepatan perubahan yang terjadi, tidak ada perusahaan jasa keuangan yang dapat bersantai-santai,” kata Manoj Kashyap, Global Financial Services FinTech Leader PwC.

Tantangan

Survei PwC menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi terbanyak dengan perusahaan FinTech adalah kemitraan bersama (32 persen). Menurut PwC, hal ini merupakan indikasi bahwa firma jasa keuangan belum siap untuk mempertaruhkan segalanya dan berinvestasi penuh pada FinTech.

Ketika ditanya tentang tantangan yang dihadapi dalam menangani perusahaan FinTech, sebanyak 53 persen lembaga jasa keuangan tradisional menyebut keamanan TI, ketidakpastian dari segi peraturan (49 persen) dan perbedaan model bisnis (40 persen).  

Dari sudut pandang perusahaan FinTech, ada tiga tantangan utama ketika berhadapan dengan firma jasa keuangan tradisional. Yakni, adanya perbedaan manajemen dan budaya (54 persen), proses operasional (47 persen) dan ketidakpastian dari segi peraturan (43 persen).  

"PwC mengestimasikan bahwa dalam waktu 3-5 tahun ke depan, investasi kumulatif dalam skala global pada FinTech dapat melampaui 150 miliar dollar AS, dan perusahaan lembaga keuangan dan teknologi berusaha mengungguli satu sama lain agar dapat bermain di pasar," kata John Shipman, Asia FinTech Leader di PwC.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
Percepat Transformasi Digital Indonesia, Telkom Hadirkan 'Leap'

Percepat Transformasi Digital Indonesia, Telkom Hadirkan "Leap"

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.