Kemendag, Bareskrim dan Bea Cukai Awasi Perdagangan Baja

Kompas.com - 24/03/2016, 05:05 WIB
Pegawai Krakatau Steel memantau pembuatan lembaran baja panas di Cilegon, Banten, Jumat (24/4/2015). Cilegon sebagai kota industri banyak menarik investor berkat kelengkapan infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan, dan stasiun kereta. Kota itu dikenal sebagai penghasil baja. KOMPAS/DWI BAYU RADIUSPegawai Krakatau Steel memantau pembuatan lembaran baja panas di Cilegon, Banten, Jumat (24/4/2015). Cilegon sebagai kota industri banyak menarik investor berkat kelengkapan infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan, dan stasiun kereta. Kota itu dikenal sebagai penghasil baja.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

SURABAYA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Bareskrim) dan Bea Cukai, ingin memastikan para pelaku usaha produk baja tidak menjual produk selundupan.

Tiga instansi tersebut melakukan sinergi pengawasan barang beredar dilakukan di Surabaya, Jawa Timur. Mereka juga mengawasi produk baja yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pengawasan tersebut dalam rangka sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan yang digelar Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag.

Dirjen PTKN Widodo mengatakan Kemendag bersinergi dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam pengawasan barang beredar di pasar.

"Kemendag juga memberikan kemudahan-kemudahan melalui penyederhanaan peraturan-peraturan yang bertujuan agar pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan usahanya secara kondusif,” tegas Dirjen PKTN Widodo hari ini, Rabu (23/3/2016), di Surabaya.

Beberapa Peraturan Menteri Perdagangan diulas secara detail dan lengkap. Salah satunya deregulasi Permendag No. 72/M-DAG/PER/9/2015 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Perdagangan No. 14/M-DAG/PER/3/2007 Tentang Standardisasi Jasa Bidang Perdagangan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib Terhadap Barang dan Jasa Yang Diperdagangkan.

Selain itu, juga Permendag Nomor 73/M-DAG/PER/9/2015 Tentang Kewajiban Pencantuman Label Dalam Bahasa Indonesia Pada Barang yang berlaku sejak 1 Oktober 2015.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Surabaya dipilih sebagai tempat sosialisasi sinergitas peraturan di bidang baja ini karena kota buaya ini merupakan sentra produksi dan distribusi produk baja ke Indonesia bagian timur.

Sebelumnya, kegiatan sosialisasi sinergitas peraturan di bidang perlindungan konsumen juga telah dilakukan di Medan, Sumatera Utara (3/3/2016).

Sinergi ini diharapkan mampu menuntaskan persoalan pengawasan pasar dan pencegahan serta pemberantasan produk-produk selundupan.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X