Kementerian Koperasi Dorong Pertumbuhan Koperasi Karyawan

Kompas.com - 08/04/2016, 17:10 WIB
Ilustrasi: karyawan sedang bekerja di pabrik Aditya Maulana/KompasOtomotifIlustrasi: karyawan sedang bekerja di pabrik
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyadari keberadaan Koperasi Karyawan (Kopkar) dapat menjadi pendorong pertumbuhan  koperasi di seluruh Indonesia.

Karena itu, Kopkar patut mendapat perhatian bersama baik dalam hal pembinaan, pelatihan maupun akses perbankan. 

"Kopkar ini belum banyak kita sentuh pembinaanya," ujar Deputi Bidang Kelembagaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari di kantornya, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

"Kopkar ini sangat penting, sebab sebarannya sangat berkaitan dengan lokasi industri, sebagai contoh di Karawang saja itu jumlah Kopkar 280, kemarin sekitar 100 dari jumlah itu mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan)," kata Choirul. 

Choirul mengatakan Kopkar jadi perhatian karena jumlahnya cukup potensial, sebarannya merata dan sebagian besar kegiatan usahanya berorientasi pada kebutuhan anggotanya.

Akan tetapi, Kopkar memiliki kelemahan dari sisi menajerial.

Karena itu, Kemenkop UKM akan memberikan bimbingan teknis, menyediakan tenaga pendamping untuk melakukan pelatihan dan pendidikan guna meningkatkan kapasitas SDM pengurus Kopkar. 

"Belum semua Kopkar punya kompetensi pengelolaan koperasi karena mereka sebagian besar adalah karyawan," pungkas Choir.

Kemenkop UKM juga akan membantu membuka akses Kopkar dengan perbankan.

Dengan memiliki ciri khas yang bersifat homogen, Kopkar akan ideal bila dibuka akses kerja sama dengan pihak perbankan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X