Bupati Kapuas Hulu Resmikan "Rumah Workshop" Madu Hutan di Danau Sentarum

Kompas.com - 16/05/2016, 06:30 WIB
Bupati Kapuas Hulu, A.M Nasir (tengah), didampingi Presiden APDS Basriwadi (kiri) meninjau rumah workshop madu hutan Asosiasi Periau Danau Sentarum di Semangit, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (14/5/2016). KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANBupati Kapuas Hulu, A.M Nasir (tengah), didampingi Presiden APDS Basriwadi (kiri) meninjau rumah workshop madu hutan Asosiasi Periau Danau Sentarum di Semangit, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (14/5/2016).

KAPUAS HULU, KOMPAS.com – Bupati Kapuas Hulu, H.M. Nasir meresmikan Rumah Workshop Madu Hutan yang dikelola Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) di Semangit, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, Sabtu (14/5/2016).

Rumah Workshop tersebut dibangun sebagai sumber informasi pengolahan dan tahap awal pengolahan madu hutan organik dalam kemasan di Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya di Danau Sentarum.

Sebagai salah satu sub-sentra madu hutan di Kabupaten Kapuas Hulu, Rumah Workshop tersebut juga sekaligus menjadi sekretariat Koperasi APDS yang sebelumnya menggunakan rumah warga.

Sebelumnya, bupati juga meresmikan bangunan yang sama pada bulan Agustus 2015, yang merupakan sub-sentra yang dikelola Asosiasi Periau Mitra Penepian di desa Penepian Raya, Kecamatan Jongkong.

Hal ini sesuai dengan keinginan dan harapan pemerintah daerah, yang berupaya agar semua desa yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu bisa menggali potensi yang ada di desa masing-masing,

"Termasuk wilayah desa yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), yang menciptakan lapangan usaha baru untuk penghasilan tambahan untuk masyarakat,” kata Nasir.

Pemerintah daerah, menurut Nasir, sudah lama memikirkan bagaimana caranya memasarkan dan mengemas produk madu hutan dengan baik sehingga menjadi andalan Kapuas Hulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tentu saja ini bukan persoalan yang gampang. Sekarang koperasi sudah ada, namun yang menjadi kendala adalah modal awal yang digunakan koperasi untuk menalangi biaya dalam menghimpun madu hasil panen dari masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS), Arief Mahmud mengatakan, potensi lebah madu yang ada di TNDS sangat luar biasa.  Pihaknya bersama sub-sentra yang lain, telah melakukan upaya dalam membudidayakan lebah madu.

Produksi sentra madu hutan Kapuas Hulu yang meliputi kawasan TNDS, hutan desa Bumi Lestari dan Mentari Kapuas di Kecamatan Jongkong, serta Kecamatan Bunut Hilir bisa mencapai 60 ton dalam satu periode panen.

Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya terserap oleh koperasi sentra yang mewadahi empat koperasi primer/sub-sentra yang ada.

Saat ini, harga madu hutan yang sudah melalui proses pengolahan bisa mencapai Rp 225.000 per kilogram, dengan asumsi harga berkisar Rp 75.000 dalam kemasan 250 mililiter atau setara dengan 325 gram.

Madu hutan yang diproduksi APDS maupun asosiasi periau yang menjadi anggota sentra, terjamin kualitas organiknya dengan kadar air rendah dibawah 21 persen.

Kompas TV Hutan Mangrove Jadi Lokasi Baru Wisata



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.