Asbanda Ingin Pemegang Saham Pengendali BPD Tak Kebanyakan

Kompas.com - 03/06/2016, 21:16 WIB
Direktur Utama (Dirut) Bank DKI Kresno Sediarsi, di Balai Kota. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaDirektur Utama (Dirut) Bank DKI Kresno Sediarsi, di Balai Kota.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Kresno Sediarsi menyatakan, pihaknya ingin membuat agar jumlah pemegang saham pengendali Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak terlalu banyak.

Pasalnya, ada beberapa BPD yang memiliki pemegang saham pengendali hingga puluhan.

Kresno yang juga menjabat Direktur Utama Bank DKI menyebut, akan bagus apabila BPD menjadi entitas bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Ia lalu mencontohkan Bank DKI.

"Konstelasi yang menguntungkan adalah bahwa Bank DKI pemiliknya tunggal, hanya gubernur (DKI Jakarta), walikota tidak jadi pemilik," kata Kresno Sediarsi di Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Hal yang terjadi di beberapa BPD lainnya, menurut Kresno, adalah gubernur, walikota, maupun bupati menjadi pemegang saham pengendali.

Bahkan, Asbanda mencatat jumlah pemegang saham pengendali BPD ada yang mencapai 33 hingga 38 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kresno mengakui, untuk membentuk konstelasi ideal tentu saja diperlukan komunikasi yang luar biasa baik.

 

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X