Sucofindo Gelontorkan Rp 165 Miliar untuk Kelengkapan Alat Kerja

Kompas.com - 05/06/2016, 08:08 WIB
Pimpinan PT Sucofindo, Sufrin Hannan (kiri) dan harris Witjaksono (kanan) memberikan penjelasan soal pentingnya SNI di Semarang, Senin (9/7/2014). Kompas.com/Nazar NurdinPimpinan PT Sucofindo, Sufrin Hannan (kiri) dan harris Witjaksono (kanan) memberikan penjelasan soal pentingnya SNI di Semarang, Senin (9/7/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2016 ini, PT Sucofindo menganggarkan investasi Rp 165 miliar untuk memperbaharui perlengkapan tekhnologi penunjang kegiatan. Investasi tersebut meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 135 miliar.

"Investasi kita untuk memperbaharui perlengkapan tekhnologi penunjang kegiatan. Dana investasinya dari internal," ujar Direktur Utama Sucofindo, Bachder Djohan Buddin, menjawab pertanyaan Kompas.com di Jakarta, Jumat (3/6/2016) malam.

Bachder mengatakan, Sucofindo saat ini tengah bersiap menghadapi persaingan global dengan menerapkan kegiatan operasional dan kompetensi personil yang berstandar Internasional.

"Untuk kegiatan operasional, Sucofindo berkolaborasi dengan institusi global, perusahaan inspeksi milik pemerintah maupun swasta di luar negeri," ujar Bachder.

Hingga saat ini, tercatat ada 34 cabang dan laboratorium Sucofindo yang tersebar di seluruh Indonesia. Sucofindo juga memiliki kantor perwakilan di Timor Leste dan cabang di Seoul, Korea Selatan.

Selain itu, ada cabang pelayanan di Singapura, Malaysia, Hong Kong, Thailand, dan Vietnam untuk kegiatan verifikasi importasi barang mesin bukan baru.

Belum lama ini juga, Sucofindo telah melakukan investasi teknologi untuk mendukung pengembangan bisnis dengan membeli pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle - UAV) senilai Rp 40 miliar.

Penggunaan UAV ini digunakan untuk inspeksi dan pemetaan sektor migas dan pertambangan. Mengingat, sektor migas sangat membutuhkan peta sebagai dasar dalam melakukan analisis setiap tahapan kegiatan, mulai tahapan akuisisi wilayah kerja sampai pekerjaan eksplorasi.

UAV memberikan manfaat yang cukup tinggi karena akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi resiko serta mengurangi biaya yang dikeluarkan. Sebagai contoh, dengan penggunaan sensor Inframerah (IR) dapat membantu untuk survei tumpahan minyak, mampu mendeteksi bagaimana dan ke arah mana pergerakan tumpahan tersebut.

Selain itu, UAV juga dapat digunakan dalam pemantauan jaringan pipa, wilayah kerja, maupun untuk inventarisasi aset yang dilakukan secara rutin dengan tingkat ketelitian serta kecepatan yang dapat diandalkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X