Kata Anang Hermansyah tentang Pajak yang Jadi Momok Para Artis

Kompas.com - 23/08/2016, 15:53 WIB
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus musisi, Anang Hermansyah, saat ditemui di Balai Kota, Senin (11/4/2016).  Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPolitisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus musisi, Anang Hermansyah, saat ditemui di Balai Kota, Senin (11/4/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi X DPR, Anang Hermansyah, didaulat menjadi salah satu pembicara dalam acara sosialisasi amnesti pajak di Kantor Pusat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Kehadiran Anang bukan tanpa alasan. Sebab, acara sosialisasi amnesti pajak itu mengundang asosiasi Ikatan Manager Artis Indonesia (Imarindo) dan rekan-rekannya, yakni para artis nasional.

Dalam sambutannya, musisi yang kini menduduki kursi Dewan itu mengatakan bahwa pajak selalu menjadi momok bagi siapa pun, termasuk para artis.

"Permasalahan pajak selalu jadi masalah di mana pun, menjadi momok siapa pun," ujarnya.

Ia menceritakan pengalamannya berjuang membayar utang pajak Rp 1,5 miliar dan Rp 650 juta beberapa tahun silam.

Saat itu, rekening banknya sempat dibekukan. Anang juga mengungkapkan, hubungan para artis dengan para petugas pajak tidak harmonis.

Para artis kerap merasa ketakutan dengan para petugas pajak. Sementara itu, kata dia, para petugas pajak mengaku selalu kesulitan bertemu dengan para artis.

Pembajakan

Di mata Anang, para artis bukan tidak mau berkontribusi membangun bangsa dengan membayar pajak.

Justru, menurut dia, negara kurang memperhatikan para artis. Masih maraknya pembajakan karya membuat para artis banyak kehilangan pendapatan.

Padahal, pendapatan itu menjadi potensi pajak negara. "Karya kami dibajak itu terus-terusan, ada yang dijual di dekat Istana itu sudah bertahun-tahun. Baru saya jadi anggota DPR, bisa saya tutup sendiri (usahanya)," kata Anang.

Pria 47 tahun kelahiran Jember, Jawa Timur, itu berharap adanya sinergi penerapan hukum pajak dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Dengan begitu, ia yakin, potensi pajak dari para artis bisa kian besar dan berkontribusi membangun Indonesia.

Selain itu, Anang juga meminta para artis untuk memanfaatkan program amnesti pajak. "Saya minta momen hari ini, bahwa hal-hal yang simpang siur mengenai tax amnesty ini bisa diretas hari ini. Namun, saya ingatkan, setelah ikut tax amnesty, jangan main-main lagi dengan pajak," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X