September, Saldo Maksimal Uang Elektronik Terdaftar Jadi Rp 10 Juta

Kompas.com - 10/09/2016, 11:53 WIB
Salah satu faktor makin tumbuhnya penggunaan layanan e-money ini adalah ramainya para operator atau penyedia fasilitas ini. Penggunaannya yang memakai metode sederhana membuat pengguna layanan operator bisa langsung memanfaatkannya.
www.shutterstock.comSalah satu faktor makin tumbuhnya penggunaan layanan e-money ini adalah ramainya para operator atau penyedia fasilitas ini. Penggunaannya yang memakai metode sederhana membuat pengguna layanan operator bisa langsung memanfaatkannya.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan bakal menerbitkan aturan mengenai perubahan saldo maksimal uang elektronik atau e-money terdaftar menjadi Rp 10 juta pada bulan September 2016. Sebelumnya, saldo maksimal uang elektronik terdaftar mencapai Rp 5 juta.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Enny V Panggabean menjelaskan ketentuan tersebut nantinya akan tertuang dalam bentuk Surat Edaran (SE) Bank Indonesia.

Bank sentral menyatakan, tidak memasukkan aturan itu dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik karena ingin fleksibel bila nantinya perlu mengubah ketentuan uang elektronik.

Menurut Enny, penentuan saldo uang elektronik tersebut selalu disesuaikan dengan daya beli masyarakat dan indikator perekonomian, seperti laju inflasi dan lainnya. Dengan demikian, pihaknya tidak tertutup kemungkinan nantinya ketentuan saldo uang elektronik dapat berubah.

"Jika nanti ada perkembangan ekonomi, agar ketentuan ini masih bisa menyesuaikan," kata Enny di kantornya di Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Enny mengingatkan bahwa kenaikan saldo maksimal uang elektronik tersebut hanya untuk uang elektronik terdaftar (registered).

Sementara itu, untuk uang elektronik yang tidak terdaftar (unregistered), BI masih mempertahankan saldo maksimal Rp 1 juta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Enny berpandangan, dipertahankannya saldo uang elektronik tidak terdaftar karena demi alasan keamanan. Soalnya, imbuh dia, uang elektronik merupakan uang dalam bentuk kartu. "

Kalau uang elektronik tidak terdaftar hilang, maka saldo dalam uang elektronik akan hilang juga," ungkap Enny.

Sementara itu, untuk uang elektronik terdaftar, jika kartu uang elektronik hilang, maka pemilik masih berkesempatan mempertahankan saldo miliknya. Pemilik uang elektronik dapat mendapatkan kembali saldo miliknya dengan mengurus administrasi kepada pihal bank penerbit.

Berdasarkan data bank sentral per Juli 2016, terdapat 40,8 juta uang elektronik yang beredar di Indonesia. Ada pun frekuensi transaksi mencapai 1,6 juta kali per hari dan nilai transaksi Rp 18 miliar per hari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X