Di Negeri Paman Sam, Diaspora Indonesia Promosikan Kopi dan Batik

Kompas.com - 06/10/2016, 13:00 WIB
Batik hasil karya warga sanggar Rumah Batik Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2015). Memperingati Hari Batik Nasional, warga Palbatu mengadakan acara membatik sekampung dan membuat mural batik di dinding. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOBatik hasil karya warga sanggar Rumah Batik Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2015). Memperingati Hari Batik Nasional, warga Palbatu mengadakan acara membatik sekampung dan membuat mural batik di dinding.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Para diaspora Indonesia di Amerika Serikat (AS) ikut serta mempromosikan kopi dan batik dalam Festival Made in Indonesia (MII), 2 Oktober 2016 lalu di Silver Spring, Washington DC, AS.

Menurut mereka, upaya mempromosikan produk Indonesia di luar negeri bukan sekadar tugas perwakilan Indonesia di negara-negara tujuan ekspor.

“Diaspora Indonesia terlibat aktif dalam promosi produk Indonesia di Amerika Serikat. Hal ini sangat penting untuk memperkuat kehadiran produk-produk Indonesia di sini,” kata Atase Perdagangan untuk Washington DC Reza Pahlevi Chairul, dalam keterangannya, Kamis (6/10/2016).

Atase Perdagangan untuk Washington DC bersama segenap fungsi di KBRI Washington DC dan diaspora Indonesia menggelar festival tahunan Made in Indonesia.

Festival tahun ini digelar bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kopi Internasional dan Hari Batik. Oleh karena itu, tahun ini festival MII mengambil tema “Indonesian Coffee and Batik to the World”.

Banyak diaspora Indonesia yang terlibat datang dari Washington DC, Maryland, Virginia, New York, dan Chicago.

Para diaspora diajak meramaikan festival MII dengan menjual kopi Indonesia, kain batik dan tenun, serta perhiasan.

Kehadiran diaspora untuk berpromosi membuat produk-produk Indonesia direspons hangat, terutama oleh pengunjung festival dari Washington DC, Maryland, dan Virginia.

Transaksi selama festival diperkirakan mencapai 25.000 dollar AS. Karena menjadi salah satu highlight utama, cold brew coffee Sumatra sangat diminati oleh pengunjung.

Selain itu, produk perhiasan dan sepatu batik untuk wanita juga banyak diminati karena desainnya yang menarik dan simpel. Festival MII diharapkan dapat memotivasi diaspora Indonesia dalam berbagai kegiatan promosi dan aktivitas kewirausahaan.

“Keterlibatan diaspora ini dapat mendorong lahirnya wirausahawan baru, khususnya untuk produk Indonesia di AS. Para diaspora juga dapat menjadi importir baru untuk mendukung ekspor Indonesia ke AS,” kata Reza.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X