Kondisi Keuangan Venezuela Semakin Gawat

Kompas.com - 03/11/2016, 11:00 WIB
Para pengunjuk rasa menuding pemerintah Presiden Nicolas Maduro membawa Venezuela kepada kebangkrutan. Kaum oposisi berunjuk rasa setiap pekan, namun kali ini diyakini melibatkan masa paling besar. EPA/BBCPara pengunjuk rasa menuding pemerintah Presiden Nicolas Maduro membawa Venezuela kepada kebangkrutan. Kaum oposisi berunjuk rasa setiap pekan, namun kali ini diyakini melibatkan masa paling besar.
|
EditorAprillia Ika

NEW YORK, KOMPAS.com - Kondisi keuangan Venezuela semakin gawat. Bagaimana tidak, termasuk pembayaran obligasi besar pada Rabu (2/11/2016) waktu setempat, Venezuela berutang sekitar 11 miliar dollar AS untuk pembayaran obligasi hingga akhir tahun depan.

Tidak hanya itu, Venezuela juga terlilit utang miliaran dollar AS kepada China, perusahaan-perusahaan minyak asing, dan banyak pihak lainnnya.

Pun cadangan devisa Venezuela menguap dengan cepat, yang kini hanya tersisa 10 miliar dollar AS di bank sentral berupa sebagian besar emas batangan, beberapa aset pada Dana Moneter Internasional (IMF), dan sejumlah uang tunai.

Pada awal tahun 2015 lalu, cadangan devisa yang tersimpan di bank sentral Venezuela mencapai 24 miliar dollar AS.

Cadangan devisa yang tergerus sangat cepat ini merupakan cerminan krisis ekonomi yang membuat warga Venezuela hidup tanpa bahan-bahan pangan pokok dan obat-obatan, sementara tingkat kriminal meroket dan gejolak politik mengguncang negara itu.

IMF memproyeksikan inflasi Venezuela akan mencapai 500 persen tahun ini dan 1.660 persen pada tahun 2017. Ini disebabkan harga pangan naik sangat tinggi hingga masyarakat tidak bisa membeli apapuh yang tersedia di pasar atau toko.

Venezuela diekspektasikan menghindari default pada Rabu dan membayar 1,2 miliar dollar AS kepada pemilik obligasi. Beberapa waktu lalu, para pemilik obligasi telah setuju adanya pengunduran waktu pembayaran obligasi yang jatuh tempo.

Venezuela memiliki rekam jejak yang kuat dalam pembayaran obligasi. Bahkan, pembayaran obligasi lebih diprioritaskan ketimbang memenuhi kebutuhan pangan warganya.

Impor pangan ke Venezuela turun 50 persen pada semester I 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Semua orang menderita akibat krisis ini. Tampaknya ada tanda-tanda yang menunjukkan kondisi akan semakin buruk," jelas Siobhan Morden, head of Latin America fixed income strategy di Nomura Holdings.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN Money

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
Tren Harga Emas Turun Terus, Kenapa?

Tren Harga Emas Turun Terus, Kenapa?

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.