PLN Beli 1,3 MW Listrik Sampah di PTA Jatibarang Semarang

Kompas.com - 06/12/2016, 14:30 WIB
Pasangan Sarimin (dua dari kiri) dan Suyatmi (paling kiri) menimbang sampah plastik dari pemulung yang akan ditukarkan dengan seporsi makan di Kantin Gas Methan, di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/6/2016). Pembelian makanan dengan plastik dilakukan atas inisiatif bersama Unit Pengelola Teknis (UPT) TPA Jatibarang dengan pengelola warung untuk mengurangi beban sampah plastik di TPA yang sulit terurai. Kantin tersebut juga menggunakan bahan bakar gas metana yang diolah dari tumpukan sampah. KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOPasangan Sarimin (dua dari kiri) dan Suyatmi (paling kiri) menimbang sampah plastik dari pemulung yang akan ditukarkan dengan seporsi makan di Kantin Gas Methan, di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/6/2016). Pembelian makanan dengan plastik dilakukan atas inisiatif bersama Unit Pengelola Teknis (UPT) TPA Jatibarang dengan pengelola warung untuk mengurangi beban sampah plastik di TPA yang sulit terurai. Kantin tersebut juga menggunakan bahan bakar gas metana yang diolah dari tumpukan sampah.
|
EditorAprillia Ika

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah memastikan listrik yang dihasilkan dari gas metana dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang akan disalurkan ke PT PLN (Persero).

Perusahaan listrik negara itu akan membeli listrik berkapasitas 1,3 Mega Watt (MW) tersebut. Kepastian tersebut didapat setelah disepakati kerja sama antara Pemkot Semarang dengan PLN, Senin (5/12/2016) kemarin.

"Kesepakatan dengan PLN berlaku 20 tahun ke depan," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (6/12/2016).

PLN, lanjut Hendrar, akan membeli listrik seharga 18,77 sen dollar AS atau setara dengan Rp 2.496 per kwh untuk tegangan tinggi dan menengah.

Untuk tegangan rendah, PLN akan membeli dengan harga 22,43 sen dollar AS per kwh. Pembelian disesuaikan dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 44 tahun 2015 tentang Pembelian Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero) Dari Pembangkit Listrik Berbasis Sampah Kota.

Hendrar mengatakan, kerja sama kedua institusi menjadi hasil nyata dari inovasi yang telah dilakukan.

PLTSa sendiri merupakan salah satu fokus pemerintah daerah untuk penyediaan energi. Pengembangan PLTSa di TPA Jatibarang sendiri dikembangkan melalui skema dana hibah dari Pemerintah Denmark senilai Rp 38 miliar.

Proyek ramah energi itu ditargetkan selesai pada akhir 2018. Kebutuhan listrik di kawasan itu mencukupi kebutuhan listrik kepada 600 sampai 700 rumah. Listrik itu dihasilkan dari sampah kota yang sebanyak 800 ton-1.000 ton per hari.

(Baca: PLN Beli Tenaga Listrik dari Sampah Rp 2.496 Per kwh)

Kompas TV PLN Naikkan Harga Listrik
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.