Kompas.com - 22/02/2017, 23:42 WIB
|
EditorM Fajar Marta

"Di tiap areal seluas 20 hektare kita buat dua kandang burung hantu," kata Rosul. KUD Subur Makmur terdiri dari 560 kepala keluarga dan luas lahannya mencapai 1.200 hektare.

Dengan begitu, untuk seluruh luas lahan dibutuhkan sebanyak 120 kandang burung hantu. Manajer Plasma Inti Indosawit Subur Muara Bulian, Sahala Mahulae menjelaskan, perhitungan luasan lahan itu didasarkan pada teritori yang umum untuk kawanan burung hantu dewasa.

Estu Suryowati/KOMPAS.com Petugas kebun dari PT Inti Indosawit Subur mengecek kandang burung hantu di kebun SP2, Desa Tidar Kuranji, Maro Sebo Ilir, Batanghari, Jambi, Senin (20/2/2017). Burung hantu merupakan predator alami hama tikus di kebun sawit, yang menggantikan penggunaan racun kimia.
Sahala mengatakan, burung hantu ini tergolong binatang yang tidak bisa hidup berkoloni dalam jumlah besar. Maka dari itu, biasanya setelah burung hantu menginjak dewasa, anak-anak burung hantu tersebut dipaksa oleh induk mereka mencari wilayah baru.

 

Burung hantu yang kini ada di perkebunan milik KUD Subur Makmur pun adalah burung hantu dewasa muda yang berasal dari wilayah lain. "Tadinya burung hantu itu kan di perkebunan inti, lalu beranak pinak dan yang kecil pindah mencari lahan baru," ujar Sahala.

Menurut Sahala, satu ekor burung hantu bisa memakan tikus antara tiga sampai empat ekor per hari.

Sementara itu, untuk memonitor apakah di tiap kandang masih ada burung hantu atau tidak, dalam sebulan sekali petugas kebun melakukan pengecekan dengan menggunakan monopod yang dipasangi android. "Kita lihat, kita rekam masih ada atau tidak burung hantunya," kata dia.

Sekadar informasi, pasar Eropa sangat terbuka bagi produk kelapa sawit dari perkebunan yang memenuhi prinsip keberlanjutan. Untuk mendorong perkebunan sawit berkelanjutan, Asian Agri Group membagikan premi penjualan minyak sawit berkelanjutan kepada 71 KUD di Provinsi Riau dan Jambi dengan total mencapai Rp 2,63 miliar pada 2015.

Sebanyak 71 KUD itu menanungi tak kurang dari 29.000 petani plasma yang telah memperoleh sertifikasi berkelanjutan di bidang kelapa sawit (Sustainable Palm Oil Certification). Luas laham sawit yang mereka kelola mencapai 60.000 hektare.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6.000 Hektar Lahan di Sumbar Dikebut untuk Peremajaan Sawit Rakyat

6.000 Hektar Lahan di Sumbar Dikebut untuk Peremajaan Sawit Rakyat

Whats New
Tawarkan Bunga Rendah, Simak Syarat Pengajuan dari 5 Jenis KUR Mandiri

Tawarkan Bunga Rendah, Simak Syarat Pengajuan dari 5 Jenis KUR Mandiri

Whats New
Daftar Lelang Rumah Murah di Bandung Nilai Limit Mulai Rp 100 Jutaan

Daftar Lelang Rumah Murah di Bandung Nilai Limit Mulai Rp 100 Jutaan

Spend Smart
Telkom Indonesia Buka 22 Lowongan Kerja, Ini Kualifikasinya

Telkom Indonesia Buka 22 Lowongan Kerja, Ini Kualifikasinya

Work Smart
IWIP Berikan Pelatihan Kerja Gratis untuk 17.358 Orang, Tingkat Pengangguran di Halmahera Tengah Turun

IWIP Berikan Pelatihan Kerja Gratis untuk 17.358 Orang, Tingkat Pengangguran di Halmahera Tengah Turun

Rilis
Awal Sesi, IHSG Langsung Melesat 1 Persen

Awal Sesi, IHSG Langsung Melesat 1 Persen

Whats New
Melonjak Rp 10.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Melonjak Rp 10.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Dukung Percepatan Ekosistem Cloud, Biznet Gio dan Lyrid Luncurkan Layanan Otomatisasi Microservice

Dukung Percepatan Ekosistem Cloud, Biznet Gio dan Lyrid Luncurkan Layanan Otomatisasi Microservice

Whats New
Cek Aturan Bagasi Garuda Indonesia Domestik dan Internasional

Cek Aturan Bagasi Garuda Indonesia Domestik dan Internasional

Spend Smart
Bos OJK soal Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Bos OJK soal Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Whats New
BBM Jadi Penyebab Utama Inflasi September, Airlangga: Masih Terkendali karena Harga Pangan Turun

BBM Jadi Penyebab Utama Inflasi September, Airlangga: Masih Terkendali karena Harga Pangan Turun

Whats New
Gara-gara Promosikan Kripto via Instagram-nya, Kim Kardashian Harus Bayar Rp 19 Miliar ke Otoritas Bursa AS

Gara-gara Promosikan Kripto via Instagram-nya, Kim Kardashian Harus Bayar Rp 19 Miliar ke Otoritas Bursa AS

Earn Smart
Harga Minyak Melonjak 4 Persen gara-gara OPEC+, Bisa Kembali ke Level 100 Dollar AS?

Harga Minyak Melonjak 4 Persen gara-gara OPEC+, Bisa Kembali ke Level 100 Dollar AS?

Whats New
IHSG Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah, Simak Analisisnya

IHSG Hari Ini Diproyeksi Masih Melemah, Simak Analisisnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.