Arab Saudi Susul Produsen Minyak Lain Bidik Investasi ke Indonesia, Terlambatkah?

Kompas.com - 27/02/2017, 07:00 WIB
Presiden Joko Widodo mendapatkan medali King Abdul Azis dari Raja Arab Saudi (kanan) Salman bin Abdulazis di Istana Al Salam Diwan Malaki, Jeddah, Sabtu (12/9/2015). Medali tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan Raja Arab terhadap Presiden Jokowi. Selama bertemu, kedua negara membicarakan sejumlah isu strategis termasuk pengampunan bagi warga Indonesia yang terancam hukuman mati. KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYATPresiden Joko Widodo mendapatkan medali King Abdul Azis dari Raja Arab Saudi (kanan) Salman bin Abdulazis di Istana Al Salam Diwan Malaki, Jeddah, Sabtu (12/9/2015). Medali tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan Raja Arab terhadap Presiden Jokowi. Selama bertemu, kedua negara membicarakan sejumlah isu strategis termasuk pengampunan bagi warga Indonesia yang terancam hukuman mati.
|
EditorAprillia Ika

Meski demikian, diversifikasi investasi dan pasar bagi Arab Saudi menjadi sebuah keniscayaan di tengah pemulihan harga yang berjalan lamban.

Menurut Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro, Arab Saudi mau tak mau, tidak bisa lagi mengandalkan penerimaan negara dari minyak.

"Amerika Serikat yang menjadi pasar minyak mentah bagi Arab Saudi kini sudah bisa mencukupi kebutuhan sendiri," kata Komaidi kepada Kompas.com.

Merunut kepentingan Arab Saudi mencari pasar baru itu, ibarat pucuk dicinta ulam tiba, Indonesia agaknya menjadi negara yang tepat sebagai tujuan diversifikasi investasi sekaligus diversifikasi pasar.

Komaidi mengatakan, ini nantinya akan tampak dari investasi apa yang menjadi kecenderungan Arab Saudi di Indonesia. Investasi di hulu migas di Indonesia jelas lebih mahal dibandingkan investasi di hulu migas di negara-negara Teluk.

Oleh sebab itu, Komaidi hampir yakin Arab Saudi akan banyak bermain di proyek hilir, seperti kilang minyak. Kalaupun ada sektor lain, barangkali salah satunya pariwisata.

"Indonesia sekalian jadi pasar produk minyak mentah mereka. Selama ini kan mereka ke Eropa dan AS. Sementara saat ini AS sudah bisa mandiri, maka mungkin ini adalah relokasi. Yang selama ini minyak mentah dibawa ke AS, akan dibawa ke Indonesia," imbuh Komaidi.

Tentu saja bukan hal buruk karena toh Indonesia sangat membutuhkan ketersediaan energi. Hanya saja, yang menjadi pertanyaan adalah dari investasi yang diharapkan sebesar 25 miliar dollar AS itu, berapa nantinya yang menjadi komitmen dan akhirnya betul-betul dilaksanakan.

Sebab, kata Komaidi, biasanya apa yang direncanakan tidak seluruhnya bisa terwujud. Tentu saja sebagai investor, Arab Saudi akan mengambil peluang yang hitung-hitungannya menguntungkan bagi mereka. 

Kalau hasilnya menguntungkan pun mereka akan berpikir kembali apakah keuntungan yang diperoleh lebih besar jika investasi di luar negeri atau dalam negeri. Pada akhirnya, kata Komaidi, realisasinya akan kembali pada sang raja.

"Jadi saya kira posisi kita sama-sama kuat. Kalau dilihat seolah-olah kedatangan mereka anugerah besar, membawa 1.500 orang dan 25 pangeran. Saya kira kontribusi kita dari haji dan umrah luar biasa ke mereka. Jadi, sebenarnya hal yang wajar saja (Raja Salman datang)," kata Komaidi.

Bahkan jika melihat perbandingan dengan negara-negara produsen minyak lainnya, ia berpendapat, Arab Saudi agak terlambat melihat potensi pasar Indonesia.

"Kanan kirinya sudah masuk, ada Irak, Kuwait. Itu juga menjadi pertimbangan mereka, ternyata teman-teman di sekitarnya sudah masuk ke sana. Ini menunjukkan perspektif negara-negara Teluk ke Indonesia oke," ucap Komaidi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OJK Diminta Pidanakan Fintech yang Teror Guru TK di Malang

OJK Diminta Pidanakan Fintech yang Teror Guru TK di Malang

Whats New
BEI Kantongi 25 Calon Emiten, Termasuk GoTo?

BEI Kantongi 25 Calon Emiten, Termasuk GoTo?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tip Memilh Buku Bacaan yang Tepat untuk Anak hingga Cerita Silat Kho Ping Hoo, Sarana Belajar dan Bikin Kecanduan

[KURASI KOMPASIANA] Tip Memilh Buku Bacaan yang Tepat untuk Anak hingga Cerita Silat Kho Ping Hoo, Sarana Belajar dan Bikin Kecanduan

Rilis
Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Catat 301.000 Kendaraan Kembali ke Jabodetabek

Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Catat 301.000 Kendaraan Kembali ke Jabodetabek

Whats New
Kemenaker Baru Tindaklanjuti 444 Pengaduan terkait Pembayaran THR

Kemenaker Baru Tindaklanjuti 444 Pengaduan terkait Pembayaran THR

Whats New
3 Alasan Milenial Perlu Punya Asuransi

3 Alasan Milenial Perlu Punya Asuransi

Spend Smart
Jangan Lupa, Ini Persyaratan agar Simpanan Bank Dijamin LPS

Jangan Lupa, Ini Persyaratan agar Simpanan Bank Dijamin LPS

Whats New
[TREN LYFE KOMPASIANA] Ingin Menikah Muda, Paling Tidak Persiapkan 3 Hal Ini | Mengatasi Tiga Masalah dalam Krisis Usia 25 Tahun | 'Mindfulness' dan Kesediaan Kita Melambat dalam Hening

[TREN LYFE KOMPASIANA] Ingin Menikah Muda, Paling Tidak Persiapkan 3 Hal Ini | Mengatasi Tiga Masalah dalam Krisis Usia 25 Tahun | "Mindfulness" dan Kesediaan Kita Melambat dalam Hening

Rilis
Sandiaga Uno Setuju Tempat Wisata Ditutup jika Tak Patuh Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno Setuju Tempat Wisata Ditutup jika Tak Patuh Protokol Kesehatan

Whats New
Sekali Lagi tentang National Space Agency

Sekali Lagi tentang National Space Agency

Whats New
Kemenkeu Bakal Naikkan PPN, Sandiaga Uno: Timing-nya Belum Tepat

Kemenkeu Bakal Naikkan PPN, Sandiaga Uno: Timing-nya Belum Tepat

Whats New
Cara Buka Rekening TMRW UOB Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening TMRW UOB Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Tingkat Efikasi Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong

Tingkat Efikasi Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong

Whats New
Berkat Embung, Stok Pangan di Desa Pandulangan, Hulu Sungai Aman dan Terjaga Selama Lebaran

Berkat Embung, Stok Pangan di Desa Pandulangan, Hulu Sungai Aman dan Terjaga Selama Lebaran

Rilis
Peran Perempuan Hingga Nasib Pelaut Jadi Sorotan Forum APHoMSA ke-21

Peran Perempuan Hingga Nasib Pelaut Jadi Sorotan Forum APHoMSA ke-21

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X