Kompas.com - 11/03/2017, 08:19 WIB
Pelaku UMKM, Sri Wahyuni (kerudung pink), sedang menjaga booth-nya di pameran digital UMKM Telkom Craft Indonesia 2017 di Hall A Jakarta Convention Center, Jumat (10/3/2017) Cahyu CantikaPelaku UMKM, Sri Wahyuni (kerudung pink), sedang menjaga booth-nya di pameran digital UMKM Telkom Craft Indonesia 2017 di Hall A Jakarta Convention Center, Jumat (10/3/2017)
|
EditorSri Noviyanti

Beda lokasi, usaha juga tak sama, mereka berdua sama-sama mendapatkan peluang solusi itu dengan menjadi mitra binaan PT Telkom Indonesia (Persero). Pelatihan dan sejumlah bantuan mereka dapatkan di sini, selain solusi terobosan pemasaran menggunakan teknologi digital.

Sekarang, produk Pipih dan Sri sering mengikuti pameran di berbagai daerah di Indonesia. Berpadu dengan model pemasaran digital, pendapatan usaha mereka pun meningkat pesat.

Pipih, misalnya, menyebut omzetnya naik 40 persen setelah jadi binaan BUMN ini, rata-rata menjadi Rp 20 juta sampai Rp 40 juta per bulan.

“Paling untung saat (diajak) ikut Ina Craft 2016 di Jakarta. Saat itu, semua barang dagangan habis terjual,” kata Pipih.

Setali tiga uang, Sri menyebut usahanya kini meraup pendapatan rata-rata Rp 30 juta sebulan.

“Itu kalau penjualan lagi sepi. Bila sedang ramai, kami bisa untung hingga hampir Rp 100 juta,” ucap Sri.

Sebagai bukti, Sri menyebut pada hari pertama pameran Telkom Craft Indonesia 2017 yang dia ikuti ini, 600 barang sudah terjual sebelum pukul 13.00 WIB. Transaksinya sudah melayani pembayaran digital.

“(Sistem pembayaran) ini yang membuat pelanggan (ramai), karena semakin mudah melakukan pembelian,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sistem pembayaran itulah salah satu wujud utama pembinaan dari Telkom kepada para pelaku UMKM. Menurut Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero), Alex Janangkih Sinaga, UMKM perlu dibawa ke dalam digital economy system agar usaha mereka bisa semakin maju.

“(Sebagai solusi bagi) tiga permasalahan yang kerap dihadapi UMKM, yaitu access to competence, access to commerce, dan access to capital,” ujar Alex.

Penjelasan mengenai tiga tantangan tersebut datang dari Menteri Negara BUMN Rini Soemarno. UMKM, ujar dia, butuh bimbingan dalam hal standar pengembangan produk, kualitas, serta pemanfaatan teknologi dan manajemen (access to competence).

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X