Kini, Buka Rekening Efek Bisa Kurang dari 30 Menit

Kompas.com - 06/04/2017, 16:55 WIB
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Frederica Widyasari Dewi (kiri) didampingi Direktur Pengawasan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan Agus Saptarina, di Jakarta, Kamis (6/4/2017). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIDirektur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Frederica Widyasari Dewi (kiri) didampingi Direktur Pengawasan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan Agus Saptarina, di Jakarta, Kamis (6/4/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI) menyerahkan perangkat baca KTP elektronik (card reader) kepada perusahaan efek, manager investasi, dan agen penjual yang telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri.

Direktur Utama KSEI Frederica Widyasari Dewi menuturkan, penyerahan perangkat baca ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 98 pelaku industri pasar modal dengan Ditjen Dukcapil pada November 2016 silam.

Selain dibagikan kepada 98 pelaku industri pasar modal, KTP elektronik reader tersebut juga dibagikan kepada seluruh Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

"Pemanfaatan data kependudukan melalui penggunaan KTP elektronik reader ini bertujuan untuk mempercepat pembukaan rekening investor di pasar modal, yang sebelumnya memakan waktu beberapa hari menjadi kurang dari 30 menit," tutur dia Kamis (6/4/2017).

Sebelumnya, pembukaan rekening efek membutuhkan waktu berhari-hari bahkan di luar Jawa sampai hitungan minggu.

Kesalahan manusia (human error) dalam membaca data kependudukan juga membuat proses pembukaan rekening efek menjadi lebih lama.

"Belum lagi potensi SID (single investor identity) dobel karena salah ketik nomor KTP atau nama," imbuh Kiki ditemui usai acara.

Salah satu perusahaan efek yang telah mencoba perangkat ini sebelumnya adalah PT Trimegah Asset Management. Trimegah tentunya juga telah bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil, Kemendagri.

"Kemarin yang demonstrasi (uji coba) itu BRI dan Trimegah. Bisa 18 menit (proses pembukaan rekening selesai)," ucap Kiki.

Sementara itu, ketika ditanya harga perangkat bacanya Kiki mengatakan kisarannya Rp 15 juta per unit.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X