Platform Elektronik untuk Perdagangan Obligasi Negara Mulai Beroperasi

Kompas.com - 06/04/2017, 20:56 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Robert Pakpahan di Jakarta, Rabu (17/8/2016). Yoga SukmanaDirektur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Robert Pakpahan di Jakarta, Rabu (17/8/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Electronic Trading Platform (ETP) atau platform elektronik untuk perdagangan surat utang negara (SUN) atau obligasi negara mulai beroperasi.

Peluncuran dilakukan pada hari ini bersamaan dengan pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiyaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Robert Pakpahan menyampaikan, peluncuran ETP ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan mengakselerasi informasi dalam perdagangan obligasi negara, di pasar sekunder.

"Sehingga kalau informasinya lebih cepat, pengambilan keputusan lebih cepat. Sehingga frekuensi pasar obligasi di pasar sekunder akan meningkat," kata Robert.

Dalam kesempatan sama, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fachri Hilmi mengatakan, persoalan di pasar keuangan adalah likuiditas dan informasi harga.

Karena itu, eluncuran ETP diharapkan dapat meningkatkan likuiditas surat utang negara di pasar sekunder.

"Saat ini government bonds frekuensinya paling 300-600 kali sehari. Jauh lebih sedikit dibandingkan frekuensi perdagangan saham yang mencapai 330.000 per hari," kata Fachri.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan, saat ini ada enam anggota bursa yang berpartisipasi dalam platform ETP.

Keenam perusahaan sekuritas tersebut adalah BNI Sekuritas, Danpac Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Sucorinvest Central Gani, Trimegah Sekuritas dan Indo Premier Sekuritas.

Sebanyak lima bank juga ikut berpartisipasi sebagai anggota ETP, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Permata Tbk dan Citibank.

Adapun obligasi negara yang diperdagangkan melalui platform ini ada tiga, yaitu Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri 11, ORI Seri 12, dan ORI Seri 13.

ETP adalah sebuah fasilitas yang menyediakan layanan pengiriman kuotasi bid dan offer dari partisipan, mengeksekusi kuotasi menjadi transaksi, dan pendistribusian data sebelum perdagangan dilaksanakan (pre-trade) dan data setelah perdagangan dilaksanakan (post-trade) secara elektronik ke pelaku pasar dan publik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X