KPPU Duga Operator Telekomunikasi Lakukan "Predatory Pricing"

Kompas.com - 31/05/2017, 09:45 WIB
ilustrasi Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comilustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Setahun belakangan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) mencermati perilaku operator telekomunikasi di Indonesia.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf menjelaskan hal itu dilakukan karena operator telekomunikasi diduga melakukan praktek predatory pricing atau jual rugi.

"Jadi menjual ongkos telekomunikasi itu, contohnya begini, untuk sesama operator dengan harga sangat murah atau bahkan diduga di bawah ongkos yang layak. Nah ini artinya jual rugi," kata Syarkawi, kepada wartawan, di kantor KPPU, Jakarta Pusat, Selasa (30/5/2017).

Saat ini, KPPU tengah meneliti dugaan operator telekomunikasi sengaja menjual rugi untuk mengusir para pesaing usaha dari pasar atau merugikan pesaingnya. Dia menjelaskan, masalah utama industri telekomunikasi di Indonesia adalah tarif interkoneksi.

KPPU memandang fakta ada beberapa operator menjual dengan harga yang sangat murah untuk komunikasi sesama operator. Di sisi lain, operator ini menjual lebih mahal untuk komunikasi yang bersifat lintas operator.

"Nah, model bisnis seperti ini yang membuat kita menjadi sangat tidak efisien," kata Syarkawi.

Sebelumnya diberitakan, Ombudsman Indonesia prihatin dengan perang harga antaroperator telekomunikasi. Lembaga ini menyoroti banting-bantingan harga untuk tarif telekomunikasi yang dimulai dengan program Rp 1 per detik untuk telepon antar-operator (offnet) oleh salah satu operator.

Perang harga layanan telekomunikasi ini tak hanya di biaya percakapan saja. Namun sudah merambah ke tarif data.

Alamsyah Saragih, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia mengkritisi lambannya KPPU dalam merespon perang harga yang dilakukan operator selular yang saat ini tengah marak.

Menurut dia, pemberian tarif promo yang dilakukan operator telekomunikasi sudah mengarah ke predatory pricing.

“Pembiaran yang dilakukan oleh KPPU itu yang menurut Ombudsman penting. Sebab itu terjadi mal administrasi yang dilakukan oleh KPPU,” kata Alamsyah melalui rilis ke Kompas.com.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Ketidakpastian Brexit, Ekonomi Inggris Tumbuh Melambat

Ada Ketidakpastian Brexit, Ekonomi Inggris Tumbuh Melambat

Whats New
Saham Boeing Melonjak, Peluang Terbang 737 Max Akhir Tahun Ini Terbuka Lebar?

Saham Boeing Melonjak, Peluang Terbang 737 Max Akhir Tahun Ini Terbuka Lebar?

Whats New
Erick Thohir: Presiden Sudah Pilih Dirut Mandiri dan BTN

Erick Thohir: Presiden Sudah Pilih Dirut Mandiri dan BTN

Whats New
Tertarik Kembangkan Usaha? Intip Syarat dan Bunga Kredit yang Diberikan Astra Ventura

Tertarik Kembangkan Usaha? Intip Syarat dan Bunga Kredit yang Diberikan Astra Ventura

Earn Smart
Sri Mulyani Terbitkan Peraturan Perubahan soal Iuran BPJS Kesehatan

Sri Mulyani Terbitkan Peraturan Perubahan soal Iuran BPJS Kesehatan

Whats New
Pendaftaran CPNS Resmi Dibuka, Warganet Keluhkan Situs Sulit Diakses

Pendaftaran CPNS Resmi Dibuka, Warganet Keluhkan Situs Sulit Diakses

Whats New
[POPULER MONEY] Pendaftaran CPNS 2019 Dimulai | Orang Indonesia Harus Bangga

[POPULER MONEY] Pendaftaran CPNS 2019 Dimulai | Orang Indonesia Harus Bangga

Whats New
Jiwasraya Butuh Rp 32,89 Triliun, Ini Kata OJK

Jiwasraya Butuh Rp 32,89 Triliun, Ini Kata OJK

Whats New
Punya Dua Pabrik, Waskita Beton Precast Siap Pasok Proyek Kereta

Punya Dua Pabrik, Waskita Beton Precast Siap Pasok Proyek Kereta

Whats New
PT Futari, Industri Kecil yang Berhasil Memasok Suku Cadang ke Astra

PT Futari, Industri Kecil yang Berhasil Memasok Suku Cadang ke Astra

Whats New
Gandeng Noah, Bank BRI Targetkan 50.000 Kartu BRIZZI Noah Beredar

Gandeng Noah, Bank BRI Targetkan 50.000 Kartu BRIZZI Noah Beredar

Whats New
Mastercard dan Tappy Technology akan Luncurkan Pembayaran 'Contactless' di Jam Tangan

Mastercard dan Tappy Technology akan Luncurkan Pembayaran "Contactless" di Jam Tangan

Whats New
Mahasiswa Didorong Jadi Eksportir Muda

Mahasiswa Didorong Jadi Eksportir Muda

Whats New
Permudah Pembayaran ke Pemasok, Mandiri Sediakan Pembiayaan untuk Waskita Beton Precast

Permudah Pembayaran ke Pemasok, Mandiri Sediakan Pembiayaan untuk Waskita Beton Precast

Whats New
Mastercard Luncurkan Program untuk Mudahkan Kerja Sama dengan Fintech

Mastercard Luncurkan Program untuk Mudahkan Kerja Sama dengan Fintech

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X