Proyek 35.000 MW Molor, Defisit Listrik Nasional Di Depan Mata

Kompas.com - 01/06/2017, 13:14 WIB
Ilustrasi listrik ShutterstockIlustrasi listrik
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Defisit pasokan listrik masih dialami di berbagai daerah di Indonesia. Jika tak segera diatasi, maka krisis listrik tak hanya berdampak bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, namun juga konflik sosial.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) Heru Dewanto mengatakan, jika proyek listrik 35.000 Megawatt (MW) yang dicanangkan pemerintah saat ini molor, maka ancaman defisit listrik secara nasional sudah menanti di depan mata.

“Saat ini juga di beberapa daerah seperti di Riau, Medan, Jambi, Aceh, dan Pontianak mengalami krisis pasokan listrik karena sering mati,” ujar Heru dalam pernyataannya, Kamis (1/6/2017).

Daerah yang mengalami defisit listrik akibat cadangan daya listrik pada saat beban puncak kurang dari 30 persen.

Pemadaman bergilir tak bisa dihindari ketika terjadi kerusakan dalam sistem transmisi, pembangkit sedang dalam diperbaiki atau kinerja pembangkit yang belum optimal.

Pembiayaan

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Heru menjelaskan, pentingnya percepatan proyek 35.000 MW ini karena kebutuhan listrik yang terus meningkat setiap tahunnya.

Tujuan proyek 35.000 MW, imbuh dia, adalah untuk memenuhi kebutuhan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Asumsinya, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata-rata sekarang 5 persen per tahun, maka diperlukan tambahan listrik sebesar 5.000 MW per tahun.

Hanya saja, sejumlah proyek listrik dalam program 35.000 MW terancam molor akibat terganjal sejumlah persoalan seperti seretnya pembiayaan, sulitnya pembebasan lahan hingga gugatan lingkungan.

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

Rilis
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Whats New
Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Rilis
Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Whats New
Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Whats New
RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

Whats New
Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Whats New
Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Whats New
Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Whats New
Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Whats New
Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Whats New
Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Whats New
Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Whats New
Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Whats New
Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X